Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I, Menekraf Optimistis Sektor Ekonomi Kreatif Punya Andil
Sanusi May 06, 2026 08:38 PM

 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya turut menyoroti soal pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal I tahun 2026 yang mencapai 5,61 persen.

Meski dirinya belum mengetahui secara detail seberapa besar sektor ekonomi kreatif (Ekraf) menyumbang dalam pertumbuhan ekonomi tersebut, namun, Riefky percaya diri alias pede kalau sektor yang digawanginya memiliki peran besar.

Pernyataan itu didasarkan karena menurut Riefky, pada laporan pertumbuhan ekonomi di periode sebelumnya, sektor Ekraf berperan besar dalam mendongkrak tingkat pertumbuhan ekonomi dalam negeri.

Baca juga: Menekraf Teuku Riefky: Prabowo Akan Teken Rindekraf, Tambah Jadi 21 Sub-sektor  Ekonomi Kreatif

"Kita lagi menunggu sebetulnya khusus sektor ekraf itu menyumbang kontribusi berapa persen gitu terhadap laju pertumbuhan. Memang datanya BPS minta waktu ya, katanya di Juni baru keluar," kata Riefky saat jumpa pers di Kawasan Thamrin Nine, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

"Tetapi kalau kita lihat dari data tahun lalu, kita biasanya satu setengah persen di atas laju pertumbuhan nasional. Jadi ketika rata-rata lima persen, sektor ekraf itu di enam setengah persen, itu yang tahun lalu, data tahun lalu. Nah, mudah-mudahan tahun ini mungkin bisa minimal sama atau bahkan lebih baik lagi," sambungnya.

4 KPI dari Prabowo

Terkait dengan laporan pada periode tahun ini, Riefky kembali merasa pede, lantaran adanya job desk yang ditekankan oleh Presiden RI Prabowo Subianto kepada kementerian yang dipimpinnya.

Kata dia, setidaknya ada 4 Key Performance Indicator (KPI) yang difokuskan oleh Prabowo sudah berhasil dijalankan oleh Kementerian Ekraf.

Baca juga: Dukung Prioritas Presiden, Menekraf Fokus Bangkitkan Ekonomi Kreatif di Daerah Terdampak Bencana

"Tetapi kalau kita lihat trennya sebetulnya insyaallah ini semakin baik karena seperti saya sering sampaikan rapornya kementerian ini, KPI-nya atau IKU-nya itu kan ditentukan empat oleh Bapak Presiden yang ditaruh dalam RPJMN," kata dia.

"Yaitu ekspor ekraf di mana ekspor ekraf itu kita ditargetkan 26,4 miliar US Dollar, capaiannya di tahun 2025 adalah 120 persen dari target. Investment untuk sektor ekraf ditargetkan 134 triliun, achievement-nya 130 persen karena Rp180 triliun. Kemudian tenaga kerja ekraf di 2025 ditargetkan 25,5 juta, capaiannya berdasarkan data BPS semuanya data BPS dan BKPM kita pakai itu adalah 27,4 juta, jadi melebihi 1,9 juta," beber Riefky.

Terkini, pihaknya masih menunggu perihal kontribusi sektor ekraf terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang saat ini masih diproses oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Meski begitu, dirinya merasa optimistis sektor Ekraf tetap akan menyumbang kontribusi yang signifikan terhadap PDB RI di periode terbaru ini.

"Nah kita lagi nunggu terkait kontribusi nya terhadap PDB untuk tahun 2025 tetapi data 2024 untuk PDB yang keluar di 2025 itu 1,5 persen di atas rata-rata nasional," tukas dia.

Purbaya Sebut RI Lolos dari Kutukan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengklaim Indonesia telah lolos dari “kutukan” pertumbuhan ekonomi 5 persen.

Adapun menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,61 persen.

Dengan rasa bangga, Purbaya menyebut pertumbuhan itu sebagai prestasi luar biasa di tengah gejolak ekonomi dunia yang tidak menentu.

“Kita masih bisa tumbuh sesuai dengan target di 5,61 persen, dibandingkan dengan triwulan keempat tahun lalu, kan, tumbuhnya lebih cepat. Dulu 5,39 persen,” kata Purbaya saat konferensi pers APBN KiTA di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa, (5/5/2025).

“Jadi, clear sekali kita sudah bisa terlepas dari kutukan pertumbuhan 5 persen. Jadi, ekonomi sedang bergerak ke arah yang lebih cepat lagi.”

Purbaya mengingatkan bahwa masih ada hambatan besar ke depannya karena kondisi ekonomi global belum baik. Namun, dia menyebut pertumbuhan ekonomi dalam negeri harus dipastikan bisa tumbuh dengan bagus.

Kata dia, perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor akan didukung pemerintah agar bisa kompetitif di pasar dunia yang jangka pendek.

Anak buah Presiden Prabowo Subianto itu menyindir sejumlah ekonom yang menilai Indonesia akan menghadapi nasib buruh ke depan.

“Pasti banyak ekonom yang bilang kita mau rusak pada kecele. Coba nanti Anda tulis mereka kecele gitu. Salah prediksi, boro-boro resesi, malah naik, apalagi krisis.”

Dia juga menyinggung sejumlah orang di media sosial TikTok yang mengklaim Indonesia menuju kondisi seperti saat krisis 1997/1998. Menurut Purbaya, orang-orang itu tidak pernah melihat data ekonomi tahun 1998.

“Jadi, data pertumbuhan ekonomi triwulan pertama ini menunjukkan bahwa reformasi yang dilakukan sudah memberikan dampak ke perekonomian dan kita sepertinya akan terus mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat,” ucap dia menjelaskan.

Purbaya berkata masyarakat tidak perlu khawatir. Dia mengaku terus memantau data ekonomi dan setiap kelemahan akan didiskusikan untuk mencari pemecahan terbaik.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.