Gandeng PT Internusa Jaya Raya, RSUD Fakfak Kini Hadirkan Layanan Cuci Darah
Hans Arnold Kapisa May 06, 2026 08:44 PM

TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Fakfak Papua Barat resmi menjalin kerja sama operasional dengan PT Internusa Jaya Raya dalam pelayanan cuci darah atau hemodialisa.

Dari rilis resmi yang diterima TribunPapuaBarat.com Rabu (6/5/2026) perjanjian kerja sama operasional tersebut ditandatangani oleh Direktur PT Internusa Jaya Raya, Adi Yuanda dan Direktur RSUD Fakfak, Farid F Mahubessy. 

Kedua pihak sepakat hadirkan layanan hemodialisa yang profesional dan berstandar, guna meningkatkan kualitas hidup pasien gagal ginjal di Fakfak.

Diketahui penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan sebagai langkah strategis. 

"Kerja sama ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Fakfak, Papua Barat," ujar Direktur RSUD Fakfak, Farid F Mahubessy kepada TribunPapuaBarat.com di Fakfak, Rabu (6/5/2026). 

Ia mengatakan kehadiran layanan hemodialisa menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak, khususnya pasien dengan gagal ginjal stadium lanjut.

"Selama ini, keterbatasan fasilitas membuat pasien harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan perawatan," pungkasnya.

Ia menyebut kasus pasien meninggal akibat gagal ginjal mencapai dua hingga tiga orang setiap bulan. 

Baca juga: Respons Keluhan Keluarga Pasien, RSUD Fakfak Amankan Akses Air Bersih

"Padahal kondisi tersebut sebenarnya dapat ditangani jika layanan hemodialisa tersedia di Rumah Sakit," bebernya. 

Dengan adanya kerja sama ini, masyarakat Fakfak tidak perlu lagi keluar daerah untuk menjalani cuci darah.

"Hemodialisa merupakan prosedur medis yang berfungsi menggantikan kerja ginjal dalam menyaring limbah, racun, serta kelebihan cairan dari darah," jelasnya. 

Ia menyebutkan, terapi ini sangat dibutuhkan bagi pasien dengan fungsi ginjal di bawah 15 persen atau yang telah memasuki tahap gagal ginjal stadium akhir.

Farid menambahkan, kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu menekan angka rujukan pasien ke luar daerah.  

"Sekaligus kita harapkan pula mengurangi beban biaya dan tekanan psikologis yang selama ini dirasakan oleh keluarga pasien," pungkasnya. 

Dengan adanya program ini, pihaknya berharap dapat mengurangi beban masyarakat. 

"Selama ini, pasien yang membutuhkan layanan cuci darah harus dirujuk ke berbagai daerah di luar Fakfak. Kehadiran layanan ini diharapkan memberikan akses yang lebih dekat, cepat, dan terjangkau," katanya.

Baca juga: RSUD Fakfak Terima Tambahan APD untuk Tenaga Kesehatan di Kamar Operasi

Untuk diketahui, kerja sama ini juga menjadi bagian dari komitmen RSUD Fakfak dalam mendukung program prioritas Pemerintah Kabupaten Fakfak di bawah kepemimpinan Bupati Samaun Dahlan dan Wakil Bupati Donatus Nimbitkendik periode 2025 hingga 2030.

Melalui program unggulan “Fakfak Membara”, pemerintah daerah menitikberatkan pada pemerataan pelayanan kesehatan yang adil dan terjangkau bagi seluruh masyarakat. 

"Bentuk kolaborasi ini tentu sebagai langkah konkret dalam memperluas akses layanan kesehatan, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan fasilitas medis," jelasnya. 

Ia menegaskan, kehadiran fasilitas hemodialisa di RSUD Fakfak menjadi tonggak penting dalam pembangunan sektor kesehatan di Papua Barat. 

"Di tengah keterbatasan akses layanan spesialis di wilayah timur Indonesia, langkah ini menunjukkan bahwa daerah mampu berinovasi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang setara dengan daerah lain," tekannya. 

Masyarakat Fakfak kini memiliki harapan baru untuk memperoleh layanan pengobatan yang lebih dekat dan manusiawi. 

Upaya ini tidak hanya berpotensi menyelamatkan nyawa, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan kesehatan daerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.