Tribunlampung.co.id, Lubuklinggau - Diduga berawal dari bus yang oleng saat mencoba menghindari sesuatu di jalan, tabrakan “adu kambing” antara Bus ALS dan truk tangki BBM di Muratara ini berujung maut. Polisi pun mengungkap penyebab awal kecelakaan tersebut.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jayo, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) siang.
Dari hasil pendataan sementara, korban jiwa dalam kecelakaan ini mencapai 16 orang. Angka itu berasal dari dua kendaraan yang terlibat.
Rinciannya, 14 korban meninggal merupakan penumpang Bus ALS, sementara dua lainnya berasal dari mobil tangki BBM.
Selain korban tewas, ada empat penumpang yang berhasil selamat. Mereka saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Karang Jaya, dengan tiga orang mengalami luka bakar serius dan satu lainnya luka ringan.
Baca juga: Kronologis Tabrakan Bus ALS vs Truk Tangki, Warga Panik, "Coba Telepon PLN"
Identitas pengemudi bus diketahui bernama Alif (44), warga Jawa Tengah. Kernetnya, Saf (50), ikut menjadi korban meninggal, sementara satu kru lain, M Fadli, selamat dengan luka gores.
Sementara itu, pengemudi mobil tangki BBM milik PT Seleraya bernama Yanto juga meninggal dunia, bersama seorang penumpang bernama Martini.
Dikutip dari TribunSumsel.com, Kasat Lantas Polresta Muratara, AKP M Karim, mengatakan dari keterangan kernet yang selamat, kecelakaan bermula saat bus oleng karena menghindari sesuatu di jalan.
"Bus masuk lubang akhirnya masuk jalur lainnya, mobil terjadi adu kambing, sementara mobil tangki posisinya bawa minyak mau bongkar," kata Karim kepada wartawan.
Ia menambahkan, kebakaran diduga terjadi karena minyak mentah dari tangki langsung menyambar kendaraan saat tabrakan terjadi.
"Sementara untuk ada motor, itu milik penumpang dalam bus itu, dari Bus ALS itu," ujarnya.
Untuk penanganan korban, seluruh jenazah sementara ini ditempatkan di RS Siti Aisyah Lubuklinggau sambil menunggu pihak keluarga.
"Sejauh ini sudah satu persatu mengirim data ke Polres Muratara kemudian ke depan mungkin ada ciri-ciri khusus yang mereka kenali," bebernya.
Jenazah masih dititipkan di rumah sakit, sambil menunggu proses identifikasi lebih lanjut oleh tim laboratorium forensik.
"Lalu ke depan mungkin akan diumumkan atau apa, kemudian untuk sopir tangki BBM itu sudah diketahui identitasnya yakni warga Belani, Kabupaten Muratara," ungkapnya.