Detik-detik Kecelakaan Maut Bus ALS vs Mobil Tangki BBM di Muratara, 16 Orang Dikabarkan Tewas
Evan Saputra May 06, 2026 08:45 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Kecelakaan maut antara bus ALS vs mobil tangki BBM terjadi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan (Sumse) pada Rabu (6/5/2026) siang.

Insiden kecelakaan ini menewaskan 16 orang yang belum teridentifikasi, sementara untuk korban yang selamat belum diketahui.

Pihak kepolisian masih berada dilapangan melakukan identifikasi para korban jiwa.

Berdasarkan informasi dihimpun, kejadian bermula Bus ALS melaju dari arah Kota Lubuklinggau hendak menuju Kabupaten Muratara.

Sementara mobil tangki minyak diduga melintas dari arah Kabupaten Muratara hendak menuju Kota Lubuklinggau.

Kedua mobil tersebut kemudian mengalami tabrakan hebat di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya.

Baca juga: Nasib Grace Natalie usai Dilaporkan 40 Ormas ke Bareskrim, PSI Lepas Tangan Tak Beri Bantuan Hukum

Tumpahan minyak dari mobil tangki diduga langsung menyambar kedua mobil hingga menyebabkan terjadinya kebakaran.

Penumpang mobil ALS diduga terjebak dan tidak bisa menyelamatkan diri, hanya dua orang diinformasikan berhasil keluar dari dalam mobil.

Peristiwa ini sempat membuat Jalinsum macet total dan kejadian ini viral di media sosial karena kobaran api akibat kedua mobil terbakar sangat besar.

Dalam insiden ini dua orang yang selamat itu sudah dilarikan ke rumah sakit.

Kasat Lantas Polres Lubuklinggau, AKP M Karim membenarkan kejadian tersebut dan saat ini polisi masih berada dilapangan melakukan identifikasi.

"Iya benar ada kecelakaan, kita sekarang masih berada di lapangan," singkatnya.

Detik-detik Kecelakaan

Kecelakaan antara bus ALS dan Truk Tangki terjadi di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Provinsi Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026) siang.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBD Muratara Mugono mengungkap, berdasarkan data awal yang dihimpun BPBD di lapangan, kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.39 WIB. 

Baca juga: Pensiunan Jenderal TNI Bela Seskab Teddy Imbas Video Amien Rais, Singgung Tanggung Jawab Moral

Peristiwa kecelakaan itu berawal ketika bus ALS melaju dari arah Lubuklinggau menuju Medan atau Pekanbaru. 

Kemudian, muncul percikan api dari bagian bus ketika bus tersebut melintasi wilayah Kecamatan Karang Jaya.

Sopir bus pun mencoba mengarahkan kendaraan ke sisi kanan jalan untuk meminimalisasi risiko.

Namun, dari arah berlawanan sebuah mobil tangki melaju dengan kecepatan tinggi dalam waktu bersamaan. 

Tabrakan kedua kendaraan itu pun tidak terhindarkan. Mugono mengungkap ada belasan korban jiwa akibat kecelakaan tersebut.

"Total 16 tewas, yang selamat ada empat orang, yang tiga luka bakar serius, dan satu orang luka ringan," ungkapnya, dikutip dari Antara.

Ia merinci, korban meninggal dunia terdiri dari 14 penumpang ALS, 1 sopir tangki, serta 1 kenek tangki. Sementara itu, kondisi kendaraan ringsek berat akibat benturan frontal.

Ia menyatakan saat ini fokus tim di lapangan adalah mengevakuasi korban dan memastikan keselamatan penumpang yang mengalami luka-luka. 

"Tim kami sedang di lapangan bersama Satlantas untuk proses evakuasi," ucapnya. 

Korban Belum Teridentifikasi

16 korban kecelakaan Bus ALS dengan mobil tangki BBM yang diketahui milik PT Seleraya di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel, dibawa ke Rumah Sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.

Mereka dikirim ke RS Siti Aisyah dari Kabupaten Muratara setelah menjadi korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kelurahan Karang Jayo, Kecamatan Karang Jayo, Kabupaten Muratara, Rabu (6/5/2026) siang.

16 kantong jenazah tersebut tiba di RS Siti Aisyah dengan dibawa dua mobil ambulans dan mobil Batalyon Teritorial Pembangunan TNI pukul 17.00 WIB.

Yassir Watera, Humas RS Siti Aisyah, mengatakan untuk kelanjutannya 16 kantong ini dititipkan oleh Polres Muratara karena hanya RS Siti Aisyah yang memiliki ruang pemulasaraan jenazah.

"Jadi sebelum ada perintah dari kepolisian, kami tidak berani apa-apa. Buka (kantong jenazah) saja tidak berani kami," kata Yassir pada Tribunsumsel.com.

Yassir menyampaikan untuk nama-namanya belum didapatkan, tetapi sekarang dinomorkan sesuai dengan urutan nomor kantong jenazah yang masuk.

"Begitu turun langsung saya nomorkan, totalnya 16 kantong. Kami menerimanya pukul 17.00 WIB," ungkapnya.

Kemudian untuk korban yang selamat belum diketahui karena tidak ikut dibawa ke RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau.

"Yang dirawat (4 korban selamat) tidak ada di sini. Untuk tindak lanjutnya, kami menunggu dari pihak kepolisian," ujarnya.

(Bangkapos.com/TribunSumsel.com/KompasTV)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.