Harga LPG Nonsubsidi 12 Kg Naik Lagi, Kini Rp320.000 Per Tabung
Oby Lewanmeru May 06, 2026 08:47 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Budiman

POS-KUPANG.COM, WAINGAPU – PT Pertamina Patra Niaga secara resmi telah menetapkan harga baru untuk Liquefied Petroleum Gas (LPG) 12 kg nonsubsidi sejak Senin (4/5/2026).

Kini LPG 12 kg di Kota Waingapu, Sumba Timur, Provinsi NTT dijual dengan harga Rp320.000 per tabung. Naik dari harga sebelumnya Rp300.000.

Belum lama ini atau pada 20 April lalu, harga tabung LPG 12 kg naik menjadi Rp300.000 dari sebelumnya Rp255.000.

Kenaikan harga tersebut diketahui menyesuaikan terhadap harga energi global, nilai tukar rupiah dan bagian dari upaya menjaga pasokan energi dalam negeri.

Baca juga: Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG 3 Kg Tidak Naik Sampai Akhir 2026

Baca juga: Pertamina Ungkap Pemicu Kenaikan Harga LPG: Faktor Global dan Biaya Distribusi

Kondisi ini dipengaruhi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang mengganggu distribusi energi dunia hingga mengerek nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang jatuh ke Rp17.460.

Sandra (32), seorang pengurus di agen LPG nonsubsidi di Kota Waingapu mengatakan, Pertamina telah menaikkan harga LPG 12 kg sejak Senin, 4 Mei 2026.

“Tabung 12 kg kemarin Rp300.000 sekarang harganya Rp320.000,” katanya kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (6/5/2026).

Ia mengatakan, perubahan harga masih terjadi pada tabung LPG 12 kg. Sementara untuk harga LPG 5,5 kg masih Rp185.000 per tabung, dan LPG 50 kg Rp1.500.000.

Selain kenaikan harga, Pertamina juga tetap memberlakukan pembatasan pelayanan tabung LPG.

Saat ini, agen LPG nonsubsidi di Kota Waingapu yang melayani seluruh Pulau Sumba, distribusi tabung 5,5 kg dibatasi hanya 145 tabung per bulan. 

Sementara untuk tabung 12 kg, agen hanya diizinkan melayani 2.134 tabung per bulan.

“Ada pembatasan untuk pelayanan tabung. Setiap bulan tabung 5,5 kg hanya 145 yang dilayani. Kalau tabung 12 kg hanya 2.134 tabung,” katanya.

Sandra menyebutkan, pengguna LPG nonsubsidi sebagian besar adalah pelaku usaha warung dan sebagiannya lagi adalah ibu rumah tangga untuk keperluan memasak. (dim)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.