TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Tabir gelap hilangnya seorang pedagang keliling asal Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial HSA (60) akhirnya tersingkap dengan fakta memilukan.
HSA yang sebelumnya dikabarkan hilang saat menjalankan aktivitas dagangnya, ternyata menjadi korban pembunuhan berencana yang dilakukan dua rekan dekatnya, DI dan IF.
Motif ekonomi berupa keinginan menguasai uang tunai puluhan juta rupiah menjadi pemantik aksi keji tersebut.
Penyelidikan mendalam polisi bermula dari laporan AR (59), adik kandung korban, Sabtu (2/5/2026).
AR yang gelisah karena kakaknya tidak dapat dihubungi sejak pertengahan April, melakukan pencarian mandiri hingga ke wilayah Bahodopi, Sulawesi Tengah.
Baca juga: Misteri Hilangnya Pedagang Kendari Berakhir Tragis, Jadi Korban Pembunuhan Berencana di Konawe Utara
Di sana, ia menemukan mobil bak terbuka milik HSA terparkir dalam kondisi kunci masih tergantung dan barang dagangan yang masih utuh, tapi sang kakak tidak diketahui keberadaannya.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Konawe Utara, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Abdul Aziz Husein, mengungkapkan bahwa setelah menerima laporan tersebut, tim penyidik langsung bergerak melakukan penelusuran rekam jejak korban.
Polisi menyisir rute perjalanan, tempat korban makan, hingga rumah kos di Konawe Utara.
Hasilnya, diketahui bahwa HSA terakhir kali terlihat bersama DI dan IF.
"Awalnya polisi melakukan pemeriksaan kepada DI," ujar AKP Abdul Aziz, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Kronologi Penemuan Jasad Pedagang Asal Kendari Korban Pembunuhan di Jembatan Meseu Konawe Utara
"Di hadapan petugas, ia beberapa kali berkelit memberikan keterangan yang tidak konsisten," katanya menambahkan.
Namun, setelah didalami, DI akhirnya mengakui dirinya bersama IF telah membunuh HSA dan membuang mayatnya di Jembatan Meseu.
Berdasarkan pengakuan DI, aksi pembunuhan tersebut bukanlah sebuah insiden spontan.
DI dan IF telah merencanakan penghilangan nyawa HSA sejak dua hari sebelum mereka berangkat menuju Morowali untuk berjualan.
Niat jahat tersebut muncul karena para pelaku mengetahui korban membawa uang tunai dalam jumlah besar hasil dari perdagangan mereka.
Baca juga: Jasad Pedagang Asal Kendari Korban Pembunuhan Ditemukan Sisa Tulang di Jembatan Meseu Konawe Utara
Peristiwa maut itu terjadi, pada Minggu (19/4/2026) dini hari, sekitar pukul 01.00 Wita.
Saat itu, ketiganya berada di kabin mobil yang sama dalam perjalanan pulang menuju Konawe Utara.
IF bertindak sebagai sopir, sementara korban HSA duduk di tengah dan DI di sisi sebelah kiri.
Di tengah kesunyian malam di kawasan puncak Desa Tetewatu, Kecamatan Langgikima, eksekusi dilakukan.
"DI tiba-tiba langsung mencekik leher HSA dari samping, sementara IF memukul kepala korban berkali-kali hingga HSA terlihat lemas dan tidak lagi bernyawa," kata AKP Abdul Aziz menjelaskan detik-detik mencekam tersebut.
Baca juga: Breaking News Pedagang Asal Kendari Dibunuh 2 Teman Dekatnya di Konawe Utara, Hilang Sejak April
Setelah memastikan korban tewas, kedua pelaku membungkus jasad HSA dengan selimut.
Mereka kemudian memutar balik kendaraan ke arah Jembatan Meseu untuk membuang jasad korban ke bawah jembatan guna menghilangkan jejak.
Untuk mengelabui petugas dan keluarga, pelaku membawa mobil korban kembali ke wilayah Bahodopi dan meninggalkannya begitu saja dengan kunci yang masih melekat, seolah-olah korban menghilang secara misterius di sana.
Dari tangan korban, kedua pelaku menggasak uang tunai sebesar Rp30.000.000 dan satu karton rokok dagangan.
Ponsel milik HSA pun dibuang oleh pelaku untuk memutus akses komunikasi dan pelacakan posisi.
Baca juga: Penyebab Kecelakaan Maut Motor Honda Beat Vs Truk Boks di Besulutu Konawe, Pengendara Hilang Kendali
Setelah meninggalkan mobil korban, keduanya melarikan diri dengan menyewa mobil travel menuju wilayah Morosi, Kabupaten Konawe.
Saat ini, DI dan IF harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di bawah ancaman pasal pembunuhan berencana dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati. (*)
(TribunnewsSultra.com/Sugi Hartono)