Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
WARTAKOTALIVE.COM, CIMANGGIS - Ada yang unik cara penjualan hewan kurban di Mall Hewan Qurban H Doni, Jalan Komjen Pol M Jasin, Kelapa Dua, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok.
H Doni selaku pemilik mempekerjakan empat Sales Promotion Girl (SPG) untuk menjual sapi kurban kepada para konsumen yang datang.
Tak tanggung-tanggung, para SPG tersebut berdandan ala pramugari maskapai Timur Tengah lengkap dengan topi di kepala.
Tugas mereka, tak lain menawarkan dan menjelaskan sapi kurban kepada para pelanggan dari segi jenis, ukuran, hingga harganya.
Kehadiran para SPG tersebut menjadi keunikan tersendiri dan menjadi daya tarik bagi pelanggan.
Seorang SPG bernama Andina Putri (26) mengaku baru pertama kali bekerja menjual sapi kurban.
Bagi Andina, menjadi SPG sapi kurban tidaklah mudah. Ia perlu beradaptasi dengan aroma kotorannya.
“Mungkin satu tiga hari ke depan sudah terbiasa sama kondisinya, sama bau, lama-lama terbiasa dan menyenangkan juga sih,” kata Andina, Rabu (6/5/2026).
Baca juga: Program Kurban 1447 H Dompet Dhuafa Jangkau 102 Kabupaten/Kota, 788 Desa dan Tujuh Negara
Meski demikian, hal itu menjadi pengalaman berharga bagi Andina untuk menambah wawasan di bidang peternakan.
“Paling kendalanya sih ya cuma di aromanya yang khas aja. Selebihnya sih masih oke,” ungkapnya.
Andina dan rekan-rekannya bekerja menjadi SPG sapi kurban hingga perayaan Hari Raya Iduladha nanti.
Sementara itu, pemilik Mall Hewan Qurban H Doni menjelaskan, pihaknya menyediakan 3.500 ekor sapi berbagai jenis pada Iduladha 1447 H/2026.
Ribuan ekor sapi kurban tersebut didatangkan langsung dari petani di wilayah NTT, NTB, Bali, Jawa, hingga Sumatera.
Sedangkan untuk sapi impor, Mall Hewan Qurban H Doni mengambilnya dari Australia untuk kualitas premium dengan bobot di atas 1 ton.
“Sapi ini (impor) wajib dipotong di RPH dengan sistem tertutup dan tidak diperbolehkan dipotong di tempat umum seperti masjid,” ujarnya.
Varian sapi yang ditawarkan beragam, meliputi Belgian Blue, Santa Gertrudis, Shorthorn, White Brahman, Limousin, dan Simmental.
Menurut H Doni, harga yang ditawarkan sangat fleksibel mengikuti anggaran konsumen, mulai dari Rp17 juta hingga di atas Rp100 juta.
“Sapi termahal yang terjual mencapai Rp150 juta. Salah satu yang terbaru adalah jenis Santa seberat 1,25 ton yang dibeli seorang artis seharga Rp125 juta,” pungkasnya. (m38)