Daftar Pemenang Padang Rancak Award 2026, RT 05 Gunung Sarik Jadi yang Terbaik di Kota Padang
Rezi Azwar May 07, 2026 12:27 AM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengumumkan pemenang lomba Padang Rancak Award (PRA) 2026.

Perlombaan ini tidak hanya mencari lingkungan yang bersih dan rapi, melainkan lingkungan yang benar-benar hidup dengan budaya bersih setiap harinya.

Melansir Diskominfo Kota Padang, penghargaan ini menjadi bukti apresiasi bagi RT, RW, Bank Sampah, hingga Lembaga Pengelola Sampah (LPS) yang mampu menjaga konsistensi pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

"Setelah melalui proses penjurian yang cukup alot dan panjang, akhirnya kita umumkan pemuncak Padang Rancak Award 2026 Sesi I," ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, Rabu (6/5/2026).

Baca juga: Prakiraan Cuaca 8 Mei 2026: Malam Hari Berpotensi Hujan Lebat di Solok dan Sijunjung

Pemenang lokasi RT Terbaik diraih RT 05 RW 08 Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji. Kemudian RW Terbaik disabet RW 02, Kelurahan Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan.

Selain itu Dinas Lingkungan Hidup juga menilai Bank Sampah Terbaik. Bank Sampah Pasie Nan Tigo, Kelurahan Pasie Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah tampil sebagai pemuncak.

Sedangkan LPS Terbaik  diraih LPS Jati Berkah, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur.

"Selain pemenang tingkat kota, penghargaan juga diberikan kepada pemenang tingkat kecamatan yang melibatkan total 171 RT dan 33 RW se-Kota Padang," tambah Fadelan.

Penilaian PRA memang terbilang berbeda di tahun ini. Jika biasanya lomba kebersihan hanya fokus pada tampilan fisik sesaat, PRA 2026 menerapkan sistem penilaian dinamis.

Baca juga: Pemko Padang Rampungkan Pemeriksaan LKPD 2025, BPK Serahkan Catatan Evaluasi

"Penilaian tidak hanya dilakukan sekali, tetapi melibatkan proses panjang selama 1 April hingga 6 Mei 2026," ungkap Fadelan.

Proses seleksi PRA 2026 terbilang berlapis. Mulai dari Penilaian Mandiri (Self-Assessment) oleh warga, klasifikasi oleh pihak Camat, Lurah, dan RW, verifikasi lapangan oleh relawan mahasiswa, hingga penilaian final oleh dewan juri gabungan akademisi, jurnalis, dan Pemko Padang.

Pihak DLH Kota Padang menegaskan, PRA bukan lomba dekorasi sesaat. Bukan pula mencari kawasan yang mendadak bersih ketika tim juri datang, tetapi kawasan yang memang hidup dengan budaya bersih setiap hari.

Indikatornya pun menyeluruh mulai dari kedisiplinan memilah sampah dari sumbernya, gotong royong warga, hingga keberlanjutan inovasi lingkungan.

Bagi DLH, perubahan fisik seperti taman memang penting, namun perubahan perilaku warga adalah kunci utama menjadikan Kota Padang benar-benar "Rancak".

Pemerintah Kota Padang berharap, Padang Rancak Award tidak sekadar ajang perlombaan.

Lebih dari itu, diharapkan tercipta gerakan lingkungan yang mandiri, di mana menjaga kebersihan telah menjadi karakter dan kebiasaan sehari-hari masyarakat Kota Padang.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.