TRIBUN-BALI.COM - Antrean kendaraan di sejumlah titik pengisian bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Nusa Penida, Kabupaten Klungkung mengular masih terjadi pada Rabu (6/5).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Bali, antrean panjang tersebut dipicu dari adanya isu keterlambatan distribusi BBM ke Nusa Penida. Sehingga warga termasuk para sopir pariwisata menjadi panik.
Bahkan pada Selasa (5/5) kemarin, mereka mendatangi sejumlah SPBU karena takut tidak kebagian BBM. Aparat kepolisian yang mengetahui hal ini, langsung memperketat penjagaam di sejumlah SPBU.
Selain berupaya menjaga lalu lintas di sekitar SPBU, juga koordinasi ke pihak SPBU terkait ketersediaan dan distribusi BBM di Nusa Penida.
Baca juga: BULE NEKAT! AM Diduga dalam Pengaruh Alkohol, WNA Inggris Tebas Petugas FO Resort di Pejarakan
Baca juga: JANGAN Panic Buying! Antrean Warga Beli BBM di Nusa Penida, Stok dan Distribusi Dipastikan Aman
Kapolsek Nusa Penida, I Ketut Kesuma Jaya, mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Ia menegaskan, ketersediaan BBM di wilayah Nusa Penida masih dalam kondisi aman dan distribusi berjalan sebagaimana mestinya.
“Kepada seluruh masyarakat, diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik terkait ketersediaan BBM. Stok BBM saat ini masih aman dan distribusi tetap berjalan,” ujarnya, Rabu (6/5).
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan serta tetap tertib saat mengantre dan saling menghargai sesama pengguna,” tambahnya.
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, petugas kepolisian turut diterjunkan di lapangan guna membantu mengatur arus antrean kendaraan. Kehadiran petugas diharapkan mampu memastikan proses pengisian BBM berjalan lancar, aman, dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas.
Sementara itu dari hasil koordinasi dengan pihak SPBU, dipastikan ketersediaan dan distribusi BBM di Nusa Penida masih relatif aman. Berdasarkan data per Rabu (6/5), ketersediaan BBM di sejumlah titik penyaluran di Nusa Penida masih mencukupi.
Di APMS Batumulapan, stok Pertamax tercatat 12.300 liter dan Pertalite 9.134 liter. Pasokan tambahan pada hari yang sama mencapai 32.000 liter Pertamax, 8.000 liter Pertalite, serta 8.000 liter Dexlite.
Di APMS Sental, tersedia 25.640 liter Pertamax dan 8.960 liter B40, dengan tambahan pasokan Pertamax sebesar 32.000 liter.
Sementara itu, di SPBU Banjar Nyuh, stok Pertamax mencapai 10.268 liter, Pertalite 16.797 liter, Pertadex 3.097 liter, serta Biosolar 4.812 liter.
Pada hari yang sama juga terdapat tambahan suplai 10.000 liter Pertamax dan 8.000 liter Pertalite. “Dengan ketersediaan tersebut, kami imbau masyarakat tidak khawatir berlebihan dan tetap menjaga ketertiban selama proses pengisian BBM berlangsung,” ungkapnya. (mit)