TRIBUNNEWSBOGOR.COM -- Keberadaan Kiai Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, kini menjadi buron kepolisian.
Tersangka kasus dugaan pencabulan terhadap puluhan santriwati tersebut diduga telah melarikan diri hingga ke luar wilayah Jawa Tengah.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Artanto, mengungkapkan bahwa tim Jatanras Polda Jateng telah diterjunkan untuk melakukan pengejaran intensif.
Hal ini dilakukan setelah tersangka berkali-kali mangkir dari panggilan penyidik tanpa alasan yang jelas.
"Diduga berada di luar wilayah Jawa Tengah. Kemarin sudah dilakukan pemanggilan, namun yang bersangkutan tidak hadir," ujar Artanto saat memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (6/5/2026).
Penyidik telah melakukan pendalaman terhadap pihak keluarga tersangka untuk melacak keberadaan Ashari.
Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena pihak keluarga juga mengklaim tidak mengetahui posisi terakhir sang kiai.
Kombes Pol Artanto menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan toleransi lagi terhadap sikap tidak kooperatif tersangka.
Jika lokasi persembunyiannya telah dipastikan, petugas akan langsung melakukan tindakan tegas.
“Saat ini masih dalam pengejaran. Jika ditemukan, langsung ditangkap dan dilakukan penahanan,” tegas Artanto.
Seiring dengan mencuatnya kasus ini dan menghilangnya sang pengasuh, aktivitas di Ponpes Ndolo Kusumo dilaporkan lumpuh total. Berdasarkan informasi dari warga setempat, sudah tidak ada lagi kegiatan belajar mengajar atau aktivitas keagamaan di lingkungan pesantren tersebut.
Kondisi pesantren yang biasanya ramai kini nampak sepi dan ditinggalkan para santrinya.
Kasus ini menjadi perhatian serius setelah muncul dugaan bahwa jumlah santriwati yang menjadi korban aksi bejat tersangka mencapai puluhan orang.
Pihak kepolisian berharap masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan Ashari segera melapor agar proses hukum dapat segera dituntaskan demi keadilan bagi para korban.