Chatting Terbongkar, Pria di Bintan Utara Ditangkap Usai Lakukan Asusila Ke Anak Dibawah Umur
Eko Setiawan May 07, 2026 12:07 AM

TRIBUNBATAM.id, BINTAN – Seorang pria berinisial Bm (21) diamankan Unit Reskrim Polsek Bintan Utara, Polres Bintan, usai diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang anak perempuan di bawah umur.

Kasus ini terungkap setelah orangtua korban menemukan percakapan mencurigakan antara anaknya dengan pelaku di ponsel.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Utara, Iptu Wisuda Meitari, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (30/4/2026) dini hari.

Saat itu, sekitar pukul 05.20 WIB, ibu korban hendak membangunkan anaknya untuk bersiap ke sekolah. Namun, ia terkejut karena korban tidak berada di dalam kamar.

“Ibu korban panik dan langsung mencari keberadaan anaknya,” ujar Wisuda.

Sekitar 20 menit kemudian, tepatnya pukul 05.40 WIB, korban tiba-tiba pulang ke rumah.

Kecurigaan orangtua semakin kuat. Sang ibu kemudian memeriksa ponsel korban dan menemukan percakapan yang mengarah pada dugaan perbuatan asusila.

“Dari situ terungkap korban diduga telah menjadi korban tindakan pelaku,” jelasnya.

Tak terima, orangtua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Bintan Utara.

Polisi yang menerima laporan segera melakukan penyelidikan. Hasilnya, pelaku berhasil diamankan pada Minggu (3/5/2026) di kediamannya di wilayah Bintan Utara.

Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku berkenalan dengan korban melalui media sosial Instagram. Keduanya kemudian bertukar nomor WhatsApp dan menjalin komunikasi intens.

“Pelaku kemudian mengajak korban keluar rumah hingga akhirnya terjadi perbuatan tersebut,” kata Wisuda.

Pelaku juga sempat berjanji akan bertanggung jawab agar perbuatannya tidak diketahui oleh orangtua korban.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 473 ayat (2) huruf b, Pasal 415 huruf b, dan/atau Pasal 417 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Imbauan untuk Orangtua
Polisi mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap anak, khususnya dalam penggunaan media sosial.

Selain memenuhi kebutuhan ekonomi, orangtua juga diharapkan memberikan edukasi kepada anak mengenai batasan tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain.

“Keluarga harus lebih intens berkomunikasi agar anak terbuka dan berani menceritakan apa yang dialaminya,” imbau Wisuda.

Ia juga menekankan agar orangtua lebih aktif mengawasi aktivitas anak di dunia digital guna mencegah kejadian serupa terulang.  (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.