Kuala Lumpur (ANTARA) - Lonjakan permintaan semikonduktor baru-baru ini diperkirakan akan terus berlanjut meskipun terdapat gangguan rantai pasokan akibat krisis Timur Tengah dan berbagai ketidakpastian perdagangan lainnya, demikian ungkap sebuah kelompok industri.
Penjualan semikonduktor secara global diperkirakan akan mencapai 1 triliun dolar AS (1 dolar AS = Rp17.425) tahun ini, dan akan berlipat ganda menjadi 2 triliun dolar pada 2035, didorong oleh pesatnya pertumbuhan pusat data yang digunakan untuk mendukung teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), papar Ajit Manocha, kepala eksekutif kelompok industri cip global SEMI, di sela-sela acara SEMICON Southeast Asia 2026 di Kuala Lumpur pada Selasa (5/5).
Ajit menganggap risiko yang timbul dari ketegangan geopolitik tidak terlalu besar, yang menurutnya kecil kemungkinan akan menghambat pertumbuhan pesat tahun ini, meskipun kekurangan bahan baku yang terus berlanjut dapat memengaruhi prospek jangka panjang.





