Tragedi di Mojokerto: Ibu Mertua Tewas di Rumah Kontrakan, Menantu Diduga Pelakunya
Glery Lazuardi May 07, 2026 04:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Seorang perempuan paruh baya bernama Siti Arofah (54) ditemukan meninggal dunia di rumah kontrakan anaknya di Dusun Sumbertempur RT 02/01, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Rabu (6/5/2026) pagi.

Korban ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di lokasi kejadian.

Peristiwa ini diduga melibatkan menantu korban berinisial S (40). Selain menewaskan Siti Arofah, pelaku juga diduga melakukan penganiayaan terhadap istrinya, Sri Wahyuni (35), yang merupakan anak korban.

Berdasarkan keterangan tetangga, Nur Aida (32), sebelum kejadian korban sempat berjalan menuju rumah kontrakan yang dihuni anak dan menantunya, yang berjarak sekitar 80 hingga 100 meter dari rumahnya.

Saat itu, korban bermaksud memberi tahu adanya paket COD untuk anaknya.

“Korban sempat memanggil anaknya, tapi rumah dalam keadaan terkunci. Sudah digedor tidak ada jawaban, lalu korban masuk lewat pintu belakang,” ujar Aida di lokasi.

Tak lama setelah itu, warga mulai berkerumun di sekitar rumah kontrakan. Aida mengaku tidak mendengar adanya keributan sebelumnya, karena situasi lingkungan sedang sepi.

Korban ditemukan mengalami luka serius di bagian tubuhnya dan dinyatakan meninggal di tempat. Sementara itu, Sri Wahyuni ditemukan dalam kondisi terluka di kamar belakang.

Pintu kamar diketahui terkunci dari luar dan terpaksa didobrak oleh warga serta petugas.

Baca juga: Serka M Nasir Blak-blakan Terlibat Pembunuhan Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta, Siap Tanggung Hukuman

“Korban yang satu (Sri Wahyuni) masih sadar, tapi tidak bisa langsung berbicara. Wajahnya lebam dan tubuhnya penuh luka, kemudian langsung dibawa ke rumah sakit,” jelas Aida.

Kerabat korban, Arifin (58), mengaku terkejut atas kejadian tersebut. Ia menyebut, pelaku bersama istri dan anak-anaknya sebelumnya tinggal di rumah korban, namun kemudian pindah ke rumah kontrakan di dekatnya setelah terjadi pertengkaran.

Menurut Arifin, pelaku bekerja sebagai penjual mainan anak-anak, sementara istrinya bekerja di usaha sablon sepatu di wilayah Brangkal. Ia juga mengungkapkan bahwa pelaku dan istrinya masing-masing memiliki anak dari pernikahan sebelumnya.

Dugaan sementara, peristiwa ini dipicu oleh persoalan keluarga dan ekonomi. Arifin menyebut, pelaku sebelumnya pernah mengancam akan melakukan tindakan nekat saat bertengkar dengan istrinya.

Kasus ini kini dalam penanganan aparat kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengungkap motif dan kronologi lengkap kejadian.

Korban ditemukan berlumuran darah di rumah kontrakan anaknya di Dusun Sumbertempu

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.