Serangan Israel di Lebanon Tewaskan Komandan Senior Hezbollah, Ketegangan Meningkat
Glery Lazuardi May 07, 2026 04:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Seorang komandan senior kelompok Hezbollah dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel di wilayah pinggiran selatan Beirut, Rabu (6/5/2026) malam. Insiden ini menandai kembali meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut setelah sempat relatif mereda.

Sumber yang dekat dengan Hezbollah menyebut korban adalah Malek Ballout, yang menjabat sebagai komandan operasi dalam unit elite Radwan. Informasi tersebut disampaikan kepada AFP dengan syarat anonim.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengonfirmasi bahwa militer Israel memang menargetkan komandan dari pasukan Radwan dalam operasi tersebut.

Media pemerintah Lebanon melaporkan bahwa serangan dilakukan oleh pesawat tempur Israel yang menyasar wilayah Ghobeiri, bagian dari pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis kuat Hezbollah.

 Jurnalis AFP di lokasi melihat asap membumbung dari area yang menjadi sasaran.

Serangan ini menjadi yang pertama di kawasan tersebut dalam hampir satu bulan terakhir.

Sebelumnya, wilayah Beirut relatif tidak tersentuh sejak 8 April, ketika gelombang serangan besar Israel menewaskan ratusan orang di berbagai wilayah Lebanon.

Konflik antara Israel dan Hezbollah meningkat sejak awal Maret, ketika kelompok tersebut melancarkan serangan ke wilayah Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.

Sejak itu, serangan balasan Israel di Lebanon dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.700 orang serta menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi, terutama dari wilayah selatan dan timur Lebanon serta pinggiran Beirut.

Baca juga: UEA Larang Warganya ke Iran, Lebanon, dan Irak, Minta yang Masih di Sana Segera Pulang

Situasi Terkini

Meski sempat diberlakukan gencatan senjata pada 17 April, laporan menunjukkan bahwa serangan masih terus terjadi di sejumlah wilayah.

Israel disebut tetap melancarkan operasi militer, sementara Hezbollah melakukan serangan balasan terhadap pasukan Israel.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan adanya peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran, yang dapat memengaruhi dinamika konflik di kawasan.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah masih berpotensi meningkat, meskipun upaya diplomasi terus dilakukan.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda deeskalasi yang signifikan di lapangan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.