Harga Sawit Sentuh Harga Tertinggi
mufti May 07, 2026 09:39 AM

“Dengan harga sekarang, kami jadi lebih semangat untuk bekerja dan merawat kebun sawit.” Hamdani , Petani Sawit di Aceh Jaya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Nagan Raya pekan ini menyentuh harga tertinggi yaitu Rp 3.030 per Kg, meningkat 10 rupiah dari harga pekan lalu. 

Harga ini disambut gembira oleh masyarakat. Adapun pabrik kelapa sawit yang membeli dengan harga tertinggi yaitu PT Fajar Baizuri Brother (FBB). 

Perkembangan harga ini disampaikan Dinas Perkebunan Nagan Raya, Rabu (6/5/2026). Kepala Dinas Perkebunan Nagan Raya, Bustami mengatakan pihaknya terus melakukan pengawasan dan pendataan harga TBS setiap pekan.

Di Nagan Raya terdapat delapan pabrik yang menampung kelapa sawit warga. Sementara tiga pabrik lainnya tidak membeli sawit masyarakat karena memiliki kebun sendiri.

Adapun kedelapan pabrik yang membeli sawit warga yakni PT Fajar Baizuri Brother (FBB) dengan harga Rp 3.030 per Kg, PT Ensem Lestari Rp 2.980 per Kg, PT Sawit Nagan Raya Makmur (SNRM) Rp 3.000 per Kg, PT Beurata Subur Persada (BSP) Rp 2.970 per Kg.

Kemudian, PT Ujong Neubok Dalam (UND) Rp 3.000 per Kg, PT Kharisma Iskandar Muda (KIM) Rp 3.000 per Kg, PT Raja Marga Rp 3.000 per Kg dan PT Surya Panen Subur (SPS) 2 Rp 3.010 per Kg.

Harga di Aceh Jaya juga naik 

Kenaikan harga kelapa sawit juga dirasakan petani di Aceh Jaya. PT Syaukath Agro Pangga membeli sawit petani dengan harga Rp 3.210 per Kg. Angka ini naik dari sebelumnya Rp 3.170 per Kg.

Sementara PT Agro Sinergi Nusantara masih membeli dengan harga yang sama pada periode sebelumnya Rp 3.000 per Kg, dengan ketentuan berat janjang (BJR) minimal 6 Kg. Perusahaan tersebut juga memberlakukan potongan wajib sebesar 2,5 persen.

Harga serupa juga ditetapkan oleh pabrik Juliprima Kentjana Teunom, yakni Rp 3.000 per Kg untuk sawit dengan BJR minimal 6 Kg. Kenaikan harga ini membawa angin segar bagi petani di Aceh Jaya. 

Hamdani, salah satu petani setempat, mengaku kondisi tersebut membuat para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan produktivitas. “Dengan harga sekarang, kami jadi lebih semangat untuk bekerja dan merawat kebun sawit,” ujarnya.

Para petani berharap tren kenaikan harga TBS ini dapat terus berlanjut sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.(riz/rb)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.