SM-3T Institute Edukasi Literasi Guru di Mamuju Tengah, Pemda Siap Pantau Implementasi di Sekolah
Nurhadi Hasbi May 07, 2026 09:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Kegiatan Edukasi Literasi Guru bagi tenaga pendidik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) Indonesia Tahun 2026 digelar di SD Inpres Benteng, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kabupaten Mamuju Tengah, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Masyarakat Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) Institute.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mamuju Tengah, Marhuding, mengapresiasi kegiatan peningkatan literasi yang digelar SM-3T Institute.

Baca juga: Modus Pria di Polman Cabuli Anak Kandungnya Usia 3,5 Tahun, Diajak Main Kuda-kudaan

Baca juga: Prakiraan Cuaca Sulbar Kamis 7 Mei 2026, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Menurutnya, program tersebut penting untuk meningkatkan kompetensi guru di Mamuju Tengah.

"Kami melihat kegiatan ini sangat penting dalam upaya meningkatkan kompetensi literasi para guru," kata Marhuding saat ditemui usai kegiatan.

Ia berharap edukasi literasi dapat mendorong sekolah-sekolah di Mamuju Tengah menjadi sekolah yang literat.

"Saya berharap dengan adanya edukasi ini, sekolah-sekolah di Mamuju Tengah dapat menjadi sekolah yang literat," ujarnya.

Pemda Mamuju Tengah Siap Monitoring Implementasi Literasi Guru

Marhuding mengatakan peningkatan literasi guru menjadi bagian dari upaya mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.

Ia menjelaskan, SM-3T merupakan kumpulan guru yang berasal dari berbagai daerah tertinggal di Indonesia.

Pada 2017 lalu, sebanyak 67 lulusan SM-3T tercatat pernah bertugas di Kabupaten Mamuju Tengah.

Menurutnya, para lulusan SM-3T telah memberi kontribusi besar terhadap perkembangan pendidikan di daerah tersebut.

"Saya melihat begitu banyak perubahan positif berkat kehadiran mereka," ungkapnya.

Marhuding berharap program edukasi literasi guru dapat terus berjalan secara berkelanjutan.

Ia menilai keberlanjutan program akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Mamuju Tengah.

"Kami mewakili Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah berharap kegiatan ini terus berkelanjutan. Pada akhirnya, kita akan melihat pendidikan di Mamuju Tengah menjadi lebih berkualitas," tegasnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mamuju Tengah juga berkomitmen melakukan pendampingan dan monitoring terhadap guru yang telah mengikuti pelatihan.

Marhuding mengaku akan mengunjungi sekolah untuk melihat langsung penerapan materi yang diberikan dalam pelatihan.

"Saya akan kunjungi dan kontrol bagaimana output-nya," tegasnya.

Ia menambahkan, guru yang mampu mengimplementasikan hasil pelatihan dengan baik berpeluang mendapat apresiasi dari pemerintah daerah.

Bentuk apresiasi tersebut berupa penghargaan, uang pembinaan, hingga hadiah pada kegiatan nasional mendatang.

"Insya Allah ini menjadi target kita ke depan," pungkasnya.(*)

Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.