TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan hari Kamis 7 Mei 2026.
Tema renungan hari ini "Allah tidak membeda-bedakan".
Renungan hari ini untuk Kamis 7 Mei 2026 merupakan hari Kamis Paskah V, Beata Rose Venerini, Pengaku Iman, Santa Gisela, Pengaku Iman, dengan warna liturgi putih.
Adapun bacaan liturgi katolik hari Kamis 7 Mei 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Hari Ini Kamis 7 Mei 2026, Hidup dalam Relasi Kasih
Para Rasul dan penatua-penatua jemaat di Yerusalem bersidang, membicarakan soal sunat. Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu
Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.”
Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain.
Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: “Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya.
Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,
supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula.
Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan Mzm 96:1-2a.2b-3
Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.
Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Nyanyikanlah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.
Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari Tuhan. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.
Katakanlah di antara bangsa-bangsa: Tuhan itu raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah, Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.
Bait Pengantar Injil Yohanes 1-:27
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.
Bacaan Injil Yohanes 15:9-11
Dalam amanat perpisahan-Nya , Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu!
Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.
Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Allah Tidak Membeda-bedakan"
Petrus yang menyaksikan sendiri bagaimana Roh Kudus dicurahkan atas Kornelius dan seisi rumahnya yang non-Yahudi, memberikan kesaksian yang sangat kuat, yaitu Allah tidak membeda-bedakan. Ia tidak menuntut syarat-syarat rumit untuk diselamatkan. Sebaliknya, Allah menawarkan kasih karunia yang membebaskan dan mengubah. Petrus bahkan bertanya dengan jujur dan penuh hikmat, "Mengapa kamu mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu gandar yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?" Pesannya jelas, yaitu jangan membebani orang yang baru percaya dengan aturan-aturan yang bahkan generasi sebelumnya pun gagal menanggungnya.
Dalam Injil, Yesus berkata, "Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga Aku telah mengasihi kamu. Tinggallah di dalam kasih-Ku itu." Ini bukan sekadar ajakan untuk mematuhi perintah, melainkan undangan untuk hidup dalam relasi kasih. Bila kita tinggal dalam kasih Allah, ketaatan bukan lagi kewajiban berat, melainkan menjadi ungkapan cinta. Dan dari cinta itu, lahir sukacita sejati - bukan sukacita yang rapuh karena keadaan, melainkan sukacita yang teguh karena bersumber dari hubungan kita dengan Yesus.
Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kasih dan sukacita-Mu serta jadikan hidup kami cerminan kasih-Mu di tengah dunia ini. Amin. (Sumber the katolik.com/kgg).