Laporan wartawan TribunJatim.com, Willy Abraham
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Seorang jamaah haji asal Gresik sampai membawa kopi legendaris ke tanah suci. Kopi Makju merupakan kopi legendaris yang terkenal bagi kalangan masyarakat pecinta kopi khususnya di Gresik, khususnya wilayah Gresik Utara.
Warung kopi (Warkop) Makju yang berlokasi di Desa Ngawen, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik cukup legendaris.
Kopi hitam ternyata juga menjadi favorit para jamaah haji yang berangkat ke Tanah Suci.
Terkenal dengan cita rasa pahit bercampur gurih yang khas dengan tekstur sajian kental, tidak sedikit warga yang menunaikan ibadah haji membawa bekal racikan kopi dari warkop tersebut, agar tetap bisa menikmati kopi saat berada di Mekkah maupun Madinah.
Salah satunya adalah Ahmad Shodiq, warga asal Desa Pegundan, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik. Shodiq sapaan akrabnya sengaja membawa kopi racikan Makju ke tanah suci.
“Saya sengaja membawa empat ikat kopi racik dari Warkop Mak Ju, karena setiap hari sudah terbiasa ngopi di Warkop Makju, disitu setiap pagi,” ujar Shodiq.
Sebagai informasi, racikan kopi Makju memang memiliki cita rasa yang khas atau lain dari yang lain.
Maka tak heran jika setiap hari, warkop yang berada di tikungan Jembatan Ngawen itu ramai didatangi pengunjung, terutama di waktu pagi dan sore hari.
Baca juga: Persiapan Haji Tulungagung 2026, Pemkab Siapkan 29 Bus dan 4 Truk Fuso untuk Berangkatkan Jemaah
Meski dari luar bangunan warkop tersebut terlihat biasa saja.
Berada di bawah jalan raya. Tetapi parkiran sepeda motor yang berjejer hingga arah jembatan menunjukkan betapa ramainya pecinta kopi legendaris itu.
“Rasanya khas, ngangenin, makanya saya bawa bekal biar bisa menikmati kopi Gresik selama di Tanah Suci Mekkah-Madinah,” kata Shodiq.
Selain menawarkan cita rasa kopi yang khas dan legendaris, harga kopi di Warkop Mak Ju tergolong ramah di kantong, yakni Rp 6.000. Warkop dengan konsep bangunan sederhana ini juga menawarkan suasana santai, dengan rerimbunan pohon dan hamparan tambak, sehingga tidak tergerus zaman di tengah menjamurnya kedai kopi modern.
Pengelola Warkop Makju, Neng Nur mengatakan bahwa warung kopi ini melegenda di kalangan pecinta kopi di Gresik Utara karena selalu konsisten menjaga cita rasa kopi sejak turun temurun.
Sehingga Warkop Makju selalu ramai pengunjung. Mulai anak muda hingga orang dewasa. Bukanya tiap hari mulai pagi sampai sore. Kecuali hari Jumat tutup.
“Alhamdulilah setiap hari selalu ramai, banyak juga yang datang dari luar kota mampir ngopi kesini,” ujarnya.
Menurut Neng Nur, warung kopi ini awalnya dibuat oleh Makju, yang tidak lain merupakan ibu kandung dari Neng Nur. “Sudah ada dari dulu. Sejak saya kecil warung ini sudah ada dan sampai sekarang diteruskan anak-anak Makju,” kata perempuan asal Ngawen itu.