TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN -Dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kota Tarakan Kalimantan Utara, Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan ikut melibatkan siswa Sekolah Rakyat.
“Sekarang ini O2SN tingkat Kota Tarakan sudah berlangsung, dan kita juga melibatkan siswa Sekolah Rakyat untuk ikut dalam perlombaan,” ucap Kepala Disdik Tarakan Tamrin Toha.
Dikatakan Tamrin Toha, Disdik Tarakan terus melakukan koordinasi dengan Sekolah Rakyat baik dalam kegiatan pendidikan maupun pembinaan siswa, salah satunya O2SN.
Namun untuk proses penerimaan siswa, Tamrin Toha mengatakan, kewenangan verifikasi tetap di Dinas Sosial. Hal ini penting untuk memastikan siswa yang masuk di Sekolah Rakyat benar-benar berasal dari keluarga yang membutuhkan.
Baca juga: Wali Kota Tarakan Tinjau Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat di Juata Permai, Target Desember Dibangun
“Rekrutmen siswa Sekolah Rakyat itu tetap ranahnya Dinas Sosial untuk memverifikasi,” jelasnya.
Menurut Tamrin Toha, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi siswa dari kategori ekonomi terbawah, khususnya desil 1 hingga 4 untuk tetap mendapatkan akses pendidikan.
“Keberadaan sekolah rakyat itu memang diperuntukkan untuk siswa-siswa yang kurang mampu atau miskin ekstrem, terutama di desil 1 sampai 4,” ujar
Tak hanya itu, Sekolah Rakyat juga memberi fleksibilitas bagi anak putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan sesuai jenjang terakhirnya.
“Misalnya dia putus di kelas 4, boleh masuk lagi di kelas 4. Atau bisa juga mulai dari awal,” ungkapnya.
Ia mengaku dalam pelaksanaannya, ada sebagian siswa memilih keluar dari Sekolah Rakyat karena tidak cocok dengan sistem berasrama.
“Ada yang keluar karena tidak enjoy dengan kehidupan sekolah berasrama. Kan ada aturan-aturan yang memang ditujukan untuk pembentukan karakter,” katanya.
Namun, di sisi lain, ada pula siswa baru yang masuk melalui mekanisme mutasi.
“Kalau dari sisi ekonomi sangat kurang dan berminat, boleh dimutasi ke sana. Dan tetap sesuai tingkat kelasnya,” pungkasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah