TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Harapan Persiba Balikpapan untuk tetap bertahan di kasta ke dua kompetisi nasional akan ditentukan pada Jumat (8/5/2026).
Tim berjuluk Beruang Madu itu akan menghadapi Persekat Tegal dalam laga play-off degradasi yang berlangsung di Stadion Tri Sanja pukul 15.00 WIB atau 16.00 Wita.
Informasi yang diperoleh TribunKaltim.co, saat ini, tim asuhan Leonardo Tupamahu itu telah berada di Tegal sejak dua hari lalu dan langsung melakukan sesi latihan kecil dan pengenalan lapangan.
Saat dimintai tanggapannya, pengamat sepak bola lokal Balikpapan, Hidayat Nurwahid (53) menjabarkan kepada TribunKaltim.co, Kamis (7/5/2026).
Baca juga: Persiba Balikpapan Wajib Menang, Latihan Digenjot Jelang Play Off Degradasi
Dia katakan, pertandingan ini bukan sekadar laga biasa. Nasib Persiba Balikpapan dipertaruhkan.
Kekalahan akan membuat klub kebanggaan masyarakat Balikpapan itu terlempar ke Liga Nusantara musim depan.
Situasi tersebut membuat atmosfer tegang mulai terasa di kalangan suporter maupun pecinta sepak bola lokal.
Namun di samping itu juga, dukungan besar para suporter Balistik terus mengalir untuk Persiba Balikpapan agar mampu melewati tekanan dan menyelamatkan nama besar klub yang pernah menjadi kekuatan sepak bola Kalimantan.
Kata Hidayat, laga kontra Persekat menjadi ujian mental terbesar bagi Persiba Balikpapan musim ini.
Menurutnya, secara kualitas skuad, Persiba Balikpapan masih memiliki peluang besar untuk bertahan, namun tekanan psikologis bisa menjadi faktor penentu.
Baca juga: Persiba Balikpapan Waspadai Deltras FC, Bryan Cesar: Kami Datang untuk Menang!
“Pertandingan seperti ini tidak hanya soal taktik, tapi mental pemain. Mereka harus bermain tenang dan tidak terbebani status laga hidup-mati. Kalau bisa mengendalikan tekanan, Persiba punya peluang,” ujarnya kepada TribunKaltim.co, Kamis (7/5/2026).
Hidayat juga menyoroti inkonsistensi permainan Persiba sepanjang musim yang membuat tim harus terjerumus ke zona play-off degradasi.
Ia berharap para pemain menjadikan laga ini sebagai momentum kebangkitan.
“Persiba ini klub besar dengan sejarah panjang. Sangat disayangkan kalau sampai turun kasta lagi. Pemain harus sadar mereka membawa nama besar kota,” katanya.
Sementara itu, di kalangan suporter, kecemasan bercampur harapan juga mulai terasa.
Kelompok suporter Balistik memastikan dukungan penuh tetap diberikan meski pertandingan digelar di luar kandang.
Salah satu anggota Balistik, Fajar Ramadhan, mengatakan para suporter masih percaya Persiba Balikpapan mampu bertahan apabila para pemain tampil ngotot sejak menit awal.
“Jujur saja sebenarnya kami kecewa dengan performa musim ini, tapi belum habis. Ini harga diri Balikpapan. Pemain harus bertarung mati-matian di lapangan besok," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan suporter Balistik lainnya, Ridho Saputra.
Ia berharap seluruh pemain melupakan hasil buruk sebelumnya dan fokus penuh menghadapi Persekat.
“Jangan main takut kalah. Kalau mental down duluan, habis. Kami cuma mau lihat pemain berjuang sampai peluit akhir,” katanya.
Baca juga: Rotasi Pemain jadi Bumerang, Persiba Balikpapan Gagal Menang Kena Comeback Dramatis Deltras FC
Laga melawan Persekat diprediksi berlangsung ketat. Selain sama-sama berusaha menghindari degradasi, kedua tim dipastikan tampil dengan tekanan tinggi karena nasib mereka akan ditentukan dalam 90 menit pertandingan.
Bagi Persiba Balikpapan, kemenangan bukan hanya soal bertahan di kompetisi, tetapi juga menjaga marwah klub yang selama ini menjadi simbol kebanggaan Kota Balikpapan.
Sementara bagi Persekat Tegal, kekalahan menjadi sangat memalukan karena disaksikan langsung oleh suporter di kandang mereka sendiri.
(*)