Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Manajemen Swiss-Belhotel Lampung akhirnya membuka suara terkait meninggalnya balita perempuan Spa (4,3) di kolam renang dewasa pada Jumat (1/5/2026) pukul 07.00 WIB.
General Manager (GM) Swiss-Belhotel Lampung, Agung Anto Wibowo mengakui adanya peristiwa tersebut.
"Memang pada 1 Mei 2026 terjadinya musibah di kolam renang kami dan korban meninggal dunia," kata Anton Agung Wibowo, Kamis (7/5/2026).
Disebutkannya, korban menginap di hotel bersama orang tuanya.
"Ada 2 anak yang dibawa oleh orangtua korban" ucapnya.
Baca Juga: Balita Tewas di Kolam Renang, Pemkot Bandar Lampung Ingatkan Hotel Pasang Pagar Pembatas
Korban menggunakan fasilitas kolam renang Swiss-Belhotel pada pagi hari.
Ada dua kolam renang yang tersedia di area hotel yakni kolam renang dewasa dan anak-anak.
Korban sempat berenang di kolam renang untuk anak-anak.
Orang tua korban sempat memantau putrinya yang tengah asyik berenang.
Kemudian selang beberapa waktu, putrinya tersebut pindah ke kolam renang dewasa.
"Walaupun di situ juga sudah ada pembatas tembok di antara dua kolam renang tersebut," terangnya.
Lalu kakak korban memanggil ibunya dan meminta pertolongan.
"Kemudian ibunya datang, ternyata putri yang kecil itu sempat tenggelam di kolam besar," ucapnya.
Kemudian sang ibu mengangkat putrinya dan pihak hotel langsung melakukan penanganan awal dengan CPR.
CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau Resusitasi Jantung Paru (RJP) adalah tindakan darurat penyelamatan nyawa yang dilakukan saat seseorang henti napas atau jantung.
"Kemudian setelah dilakukan CPR, ibunya juga minta untuk segera dibawa ke rumah sakit," kata Agung.
Manajemen hotel kemudian membawa ke Rumah Sakit Bumi Waras (RSBW), di sana sempat juga mendapatkan pertolongan.
"Setelah mendapatkan pertolongan di RS Bumi Waras korban dinyatakan meninggal dunia pada pukul 09.00 WIB," ungkapnya.
Pihaknya mengaku tetap membina hubungan baik serta komunikasi yang baik dengan keluarga korban.
"Hubungan kami baik dengan keluarga dan keluarga juga telah mohon untuk dijaga privasinya," kata Agung Anto Wibowo.
"Dan kami juga pihak hotel sangat kooperatif dengan hal ini, kami sudah memenuhi panggilan Polresta Bandar Lampung pada 3 Mei 2026," terangnya.
Agung Anto Wibowo menjelaskan bahwa kejadian tersebut menjadi evaluasi untuk lebih meningkatkan lagi dari sisi pengamanan.
Sebelumnya, seorang balita perempuan berinisial Spa (4,3) diduga tewas tenggelam di kolam renang hotel mewah di Bandar Lampung.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto mengatakan, kejadian pada hari ini Jumat (1/4/2026) pukul 07.00 WIB.
"Saat ini masih dalam proses penyelidikan dan masih pendalaman," kata Kompol Gigih Andri Putranto, saat dihubungi Tribun Lampung, Sabtu (1/5/2026).
Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP bersama dengan Polsek Telukbetung Utara.
Atas inisiden ini Gigih mengucapkan duka mendalam dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
"Semoga almarhumah bocah perempuan tersebut husnul khotimah," ucapnya.
Korban meninggal dunia di kolam renang dewasa dengan kedalaman 120 centimeter.
Pihak hotel sempat melakukan tindakan CPR dan terdapat respon dari anak tersebut.
Korban lalu dibawa ke rumah sakit terdekat dan diberikan pertolongan tapi tidak ada respon dan dinyatakan meninggal dunia oleh dokter.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)