Gelar Rakorwil Riau, APJATEL Ungkap Banyak Korban Jiwa Akibat Kabel Optik Semrawut
Firmauli Sihaloho May 07, 2026 06:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Kabel optik semrawut yang memicu kecelakaan hingga merenggut korban jiwa kini menjadi persoalan nasional.

Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), Jerry Mangasas Swandy menyebut hampir seluruh kota besar di Indonesia menghadapi persoalan serupa sehingga dibutuhkan kolaborasi serius antara pemerintah dan pelaku industri telekomunikasi.

Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) APJATEL Korwil Riau bertema 'Kolaborasi dan Sinergi Industri Telekomunikasi Membangun Infrastruktur Digital yang Kuat untuk Riau Maju' yang dilaksanakan di Pangeran Hotel Pekanbaru, Kamis (7/5/2026). 

Menurut Jerry, persoalan kabel optik tidak lagi menjadi isu lokal, melainkan masalah nasional yang perlu penanganan bersama.

"Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi, saya mendapati di seluruh ibu kotanya bermasalah kabel optiknya. Acap kali ada yang meninggal, kecelakaan dan lainnya," kata Jerry yang hadir langsung dan membuka kegiatan Rakorwil tersebut.

Ia mengatakan, salah satu bentuk kolaborasi yang telah diharmonisasi adalah melalui Permendagri Nomor 7 Tahun 2024 tentang Pedoman Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dengan melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan diharapkan mampu menjadi dasar penataan infrastruktur utilitas dan jaringan telekomunikasi di daerah.

Menurut Jerry, pembangunan dan penataan jaringan telekomunikasi membutuhkan biaya besar karena industri tersebut merupakan usaha padat modal.

Karena itu, ia mengajak seluruh pelaku usaha telekomunikasi untuk memperkuat kolaborasi bersama pemerintah daerah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lapangan.

Baca juga: Jelang MTQ Riau ke-44, Suhardiman Desak Perbaikan Jalan Provinsi dari Inhu dan Inhil ke Kuansing

Baca juga: Dinas Perikanan Bengkalis Usulkan Tujuh Desa Jadi Kampung Nelayan Merah Putih

"Saya menghimbau kepada seluruh pemilik pelaku bisnis beserta jajaran agar dapat kita berkolaborasi dengan pemerintah daerah menangani banyak persoalan mulai dari regulasi, kecelakaan bahkan meninggal karena kabel optik," imbuhnya.

Ia mengaku prihatin karena beberapa kasus korban meninggal akibat kabel optik semrawut terjadi di sejumlah daerah seperti Bandung, Bali hingga Yogyakarta. Bahkan, dirinya kerap mendapat pesan langsung dari keluarga korban yang mempertanyakan solusi atas persoalan tersebut.

"Itu sangat miris. Karena itu kita harus bersama dalam menghadapi persoalan ini, sekaligus juga melindungi kepentingan bisnis dalam perusahaan yang tergabung maupun tidak. Kita terbuka untuk silaturahmi," ujarnya.

Jerry juga menyebut secara nasional APJATEL bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat ini tengah mendorong moratorium tertentu dalam penataan jaringan sebagai bagian dari pembenahan tata kelola infrastruktur telekomunikasi.

Sementara itu, Ketua Korwil APJATEL Riau, Ahmad Fadli mengatakan forum Rakorwil menjadi wadah pemersatu bagi pelaku industri telekomunikasi di Riau untuk mencari solusi bersama terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lapangan.

"Ini merupakan isu nasional bukan isu lokal lagi. Kawan-kawan speak up lah, sanggah dan sampaikan, tapi ada etika kemudian juga solusi yang disampaikan, sehingga masalah dapat diselesaikan bersama," katanya.

Dalam periode kepemimpinannya yang kedua ini, Ahmad Fadli mengatakan ingin membangun keguyuban di internal APJATEL Riau agar seluruh anggota tetap solid dan mampu berkembang bersama di tengah tantangan industri telekomunikasi yang semakin kompleks.

"Forum ini sebagai pemersatu kita agar semangat lagi kita cari solusi bersama. Ayo berbisnis yang aman, cari jual sebanyaknya dan jaga kekompakan. Insya Allah apa yang kita kerjakan hari ini menjadi sebuah amal dan legasi kita kuat," ujarnya.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut mengatakan Pemerintah Kota Pekanbaru bersama APJATEL Riau terus berupaya melakukan pembenahan terhadap persoalan kabel optik semrawut di kota Pekanbaru.

Menurutnya, Pemko Pekanbaru juga telah membuka layanan pengaduan untuk masyarakat, dan diakuinya terkait kabel menjuntai dan semrawut yang hingga kini masih cukup banyak dilaporkan warga. 

Ingot berharap, agar Jerry Mangasas Swandy yang merupakan putra daerah Riau, diharapkan dapat memprioritaskan Riau khususnya Pekanbaru sebagai ibukota dalam penataan infrastruktur telekomunikasi yang lebih aman dan tertata. (Tribunpekanbaru.com/Alexander)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.