- Iran menertawakan operasi militer Epic Fury yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap negaranya.
Pejabat Iran bahkan mengejek operasi Epic Fury dengan menyebutnya berakhir gagal total.
Sindiran tersebut disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melalui akun X miliknya pada Kamis (7/5/2026).
Adapun Epic Fury merupakan operasi militer AS terhadap Iran yang diluncurkan pada 28 Februari lalu.
Operasi tersebut menargetkan rudal ofensif Iran, armada angkatan laut Iran, serta sejumlah infrastruktur lainnya.
Tujuan utama Epic Fury disebut untuk memastikan Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir.
Kementerian Luar Negeri AS sebelumnya menyatakan operasi tersebut dilakukan atas permintaan sekaligus untuk membela Israel, sekutu dekat AS.
Pada Selasa (5/5/2026), Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengumumkan bahwa operasi militer Epic Fury terhadap Iran telah berakhir.
Rubio menyebut AS kini fokus pada upaya pembukaan kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Menurutnya, operasi Epic Fury telah mencapai tujuannya sehingga militer AS beralih ke Project Freedom yang bertujuan membuka kembali Selat Hormuz.
Namun di sisi lain, Iran justru menilai operasi Epic Fury berakhir bukan karena AS berhasil mencapai target, melainkan karena mengalami kegagalan total.
(*)
# selat hormuz # teheran # iran # Amerika Serikat # Epic Fury