- Kapal bertenaga nuklir milik Prancis dikabarkan sudah menuju Selat Hormuz.
Pengerahan kapal nuklir itu diketahui menjadi misi multinasionalnya dengan Inggris.
Mengutip Al Jazeera pada (7/5), pengerahan itu dilakukan pada Rabu (6/5/2026) waktu setempat.
Lebih tepatnya dikabarkan bahwa sebuah kapal induk Prancis dilaporkan bergerak menuju Laut Merah melalui Terusan Suez.
Sebagai persiapan kemungkinan misi pertahanan untuk memulihkan keamanan navigasi di Selat Hormuz.
Kementerian Angkatan Bersenjata Prancis pun telah mengonfirmasinya.
Adapun, kapal itu adalah "Charles de Gaulle".
Sementara itu, Presiden Prancis Emmanuel Macron beruara.
Menyatakan bahwa dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, mereka memimpin misi multinasional untuk memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.
Misi tersebut diklaim bersifat defensif dan baru akan dikerahkan setelah perang berakhir.
Macron menyatakan langkah itu diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pemilik kapal dan perusahaan asuransi.
Serta menegaskan bahwa misi tersebut berbeda dari pihak-pihak yang terlibat perang.
“[Hal itu] dapat membantu memulihkan kepercayaan di antara pemilik kapal dan perusahaan asuransi,” kata Macron di X. “Hal itu tetap berbeda dari pihak-pihak yang sedang berperang.”
Ia juga mengaku telah membahas situasi Selat Hormuz dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan berencana mengangkat isu tersebut dalam pembicaraan dengan Presiden AS Donald Trump.
Menurut Macron, kembalinya stabilitas di Selat Hormuz dapat membantu mendorong negosiasi terkait isu nuklir Iran, rudal balistik, dan situasi regional.
“Kembalinya ketenangan di Selat akan membantu memajukan negosiasi tentang isu-isu nuklir, masalah rudal balistik, dan situasi regional,” tulis Macron.
Ia menegaskan negara-negara Eropa akan turut memainkan peran dalam upaya tersebut.
“Orang Eropa… akan memainkan peran mereka.”