https://apps.tribunx.com/ytdesc
- Tim Jatanras Polda Jawa Tengah berhasil membekuk Ashari, kiai cabul yang sempat kabur seusai kasus pencabulan terhadap santriwati di Ponpes Ndolo Kusumo Pati Jawa Tengah terbongkar.
Pengasuh ponpes itu ditangkap di Wonogiri seusai melarikan diri dan menggunakan identitas palsu.
AS resmi ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (28/4/2026).
Ia lantas melarikan diri dan menjadi buronan seusai mangkir dari pemeriksaan Senin (4/5/2026) lalu.
Ashari kemudian dibekuk pada Kamis (7/5/2026) sekira pukul 04.45 WIB di Kabupaten Wonogiri Jawa Tengah.
Kepala Tim Resmob Jatanras Polda Jateng, AKP Rio Adi Putra menegaskan, tim melakukan pengejaran di Purwantoro, Wonogiri.
Kepolisian bergerak pada Rabu (6/5/2026) menuju lokasi keberadaan tersangka.
Pada Kamis (7/5) sekira pukul 04.00 WIB, tim berpapasan dengan tersangka di jalan desa.
Saat itu, pelaku sedang mengendari sepeda motor.
Dari kecurigaan itu, tim langsung membuntuti kendaraan melewati jalan setapak perbukitan.
Tersangka pun memacu sepeda motornya sehingga membuat tim semakin curiga.
Saat tiba di jalan buntu, tim menghentikan pengendara tersebut.
Tersangka mengeluarkan identitas palsu dan berusaha kabur.
Namun, tim sudah mengantongi foto tersangka sehingga tersangka tidak bisa mengelak lagi dan akhirnya mengaku.
"Akhirnya tidak bisa mengelak lagi dan mengaku bernama A," ujar Rio dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis.
Selama kabur, tersangka berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran kepolisian.
Pelaku meninggalkan Pati menuju Kudus, kemudian ke Bogor Jawa Barat dan sempat singgah ke Jakarta.
Pelaku juga sempat ke Solo dan kemudian mengakhiri pelariannya ke Wonogiri.
Di Wonogiri, tersangka bersembunyi di rumah seorang juru kunci petilasan di Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri.
Kini seusai dibekuk, pelaku langsung digelandang ke Mapolresta Pati