- Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 digelar di Cebu, Filipina pada 6-8 Mei 2026.
Dalam acara ini sejumlah diskusi akan dilaksanakan termasuk membahas seputar keamanan maritim regional, ketahanan energi, serta gangguan rantai pasokan yang terkait dengan konflik di Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Filipina, Theresa 'Tess' Lazaro tampak menyoroti dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas ASEAN.
Menurutnya, krisis yang tengah terjadi saat ini menjadi dampak buruk bagi negara-negara di ASEAN.
Dampak tersebut meluas dari aliran energi, jalur perdagangan hingga rantai pasokan makanan.
Akibatnya hal itu berpengaruh terhadap kesejahteraan warga negara di ASEAN.
Tess mencontohkan krisis yang terjadi pada impor minyak mentah.
Krisis energi itu menyebabkan peningkatan bahan bakar yang signifikan hingga berpengaruh pada sektor lain.
Kenaikan biaya ini berdampak pada bidang pertanian, pangan, dan komoditas dasar.
Tak hanya itu, sektor transportasi dan pariwisata juga ikut terganggu akibat krisis di kawasan Timur Tengah.
Permasalahan ini disebut juga dibahas dalam Pertemuan Dewan Komunitas Ekonomi ASEAN ke-27.
Agenda itu dihadiri oleh para menteri ekonomi, pejabat senior, dan perwakilan dari seluruh 10 negara anggota ASEAN.
Sekretaris Perdagangan dan Industri Filipina sekaligus Ketua Menteri Ekonomi ASEAN (AEM), Cristina A. Roque menekankan bahwa agenda itu dilaksanakan guna menanggapi perkembangan di kawasan Timur Tengah.
Dalam kegiatan itu, Christina juga berkomitmen dalam pembentukan Perjanjian Kerangka Ekonomi Digital ASEAN.