TRIBUN-VIDEO — Diabetes tak hanya menyerang kadar gula darah, tetapi juga dapat merusak penglihatan secara perlahan tanpa disadari.
Salah satu komplikasi serius yang kerap luput dari perhatian ialah retinopati diabetik, kondisi ketika pembuluh darah retina mengalami kerusakan akibat tingginya gula darah.
Dokter spesialis mata dr Faresa Hilda, Sp.M menjelaskan, kadar gula darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat memicu kebocoran hingga perdarahan pada pembuluh darah retina.
Dampaknya, pasien bisa mengalami penglihatan buram hingga kebutaan permanen.
“Kontrol gula darah yang buruk bisa menyebabkan kerusakan pada retina mata. Pembuluh darah retina mengalami kebocoran dan perdarahan sehingga penglihatan menjadi buram, bahkan bisa berujung kebutaan,” ujar dr. Faresa dalam program On Focus Tribunnews.com, Rabu (6/5/2026).
Menurut dia, retinopati diabetik sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Karena itu, banyak pasien baru menyadari kondisinya ketika gangguan penglihatan sudah cukup berat.
Pada tahap lanjut, pasien mulai merasakan penglihatan kabur, muncul bayangan hitam di tengah pandangan, melihat wajah tampak berubah bentuk, hingga muncul bintik-bintik hitam yang terlihat seperti beterbangan.
Dr. Faresa menuturkan, tidak semua penderita diabetes akan mengalami retinopati diabetik.
Risiko komplikasi dapat ditekan apabila pasien disiplin menjaga kadar gula darah, rutin mengonsumsi obat, menjaga pola makan, dan berolahraga.
Namun, ia menekankan pentingnya pemeriksaan mata rutin sejak pertama kali seseorang didiagnosis diabetes.
Pemeriksaan retina dinilai penting untuk mendeteksi kerusakan sejak dini sebelum muncul gejala.
Apabila sudah ditemukan retinopati diabetik ringan, pasien dianjurkan kontrol setiap enam bulan.
Sementara pada tahap menengah hingga berat, pemeriksaan bisa dilakukan setiap tiga bulan bahkan satu bulan sekali.
Saksikan wawancara lengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!