Iran Klaim AS Terlanjur Terjebak Konflik Timur Tengah, Tak Bisa Menang atau Mundur dari Tekanan
Okwida Kris Imawan Indra Cahaya May 07, 2026 08:42 PM

- Tokoh senior Iran, Mohsen Rezaei, menilai Amerika Serikat telah berada dalam posisi buntu dan tidak lagi memiliki ruang untuk mundur dalam konflik yang berlangsung saat ini.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara pada Rabu (6/5/2026). 

Rezaei menyebut ketegangan panjang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kini telah memasuki fase baru berupa konfrontasi militer yang lebih terbuka.

Ia menjelaskan, selama lebih dari empat dekade konflik berlangsung, dinamika yang sebelumnya didominasi tekanan politik kini telah bergeser menjadi keterlibatan militer langsung.

Rezaei menilai Amerika Serikat awalnya menargetkan kemenangan cepat sebelum menarik diri. 

Namun, menurutnya, situasi di lapangan justru membuat Washington terjebak dalam kebuntuan tanpa opsi mundur.

Selain itu, ia menegaskan bahwa Iran memiliki kepentingan strategis di kawasan Selat Hormuz. 

Wilayah tersebut dinilai berada dalam pengaruh Iran, sehingga tidak akan dibiarkan digunakan untuk merugikan kepentingan Teheran.

Rezaei menyebut sebagian besar wilayah Selat Hormuz berada dalam cakupan kontrol Iran, sementara sisanya berada di bawah Oman. 

Kondisi ini, menurutnya, membuat jalur tersebut secara geografis sangat terkait dengan wilayah Iran.

Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa proses negosiasi antara Iran dan Amerika Serikat saat ini mengalami kebuntuan. 

Rezaei menuding Washington tidak konsisten dan melanggar kesepahaman yang telah dibangun sebelumnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.