TRIBUNMANADO.CO.ID - Mesjid Darussalam berdiri kokoh di Kelurahan Dendengan Luar, Lingkungan 2, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado, Provinsi Sulut.
Disambangi Tribunmanado.com, Senin (7/5/2026) siang, mesjid itu sepi.
Sejumlah sepeda motor parkir di depannya.
Baca juga: 3 Fakta Penikaman Mat Ular di Manado, Awal Mula Hingga Empat Tersangka Ditangkap
Di sisi kanan Mesjid terparkir sebuah mobil roda empat.
Tak banyak yang tahu jika Mat Ular, eks preman Manado yang hijrah, sering bebersih di tempat itu.
"Dia sering berjaga di sini, sering pula bersih-bersih," kata seorang pengurus Mesjid yang enggan disebut namanya kepada Tribunmanado, Senin (7/5/2026).
Menurut pengurus yang tinggal di sekitar Mesjid, hal itu dilakukan kala Mat yang punya nama asli Muhammad Chalim berada di rumahnya di seputaran Mesjid tersebut.
Sering, kata dia, Mat keluar selama beberapa bulan untuk ikut Jemaah Tabligh.
"Ia sering ikut Jemaah tabligh, markasnya di kampung sebelah," katanya.
Selain bersih-bersih, Mat kerap memasak di Mesjid tersebut bilamana ada jemaah Tabligh mampir.
Sebut dia, Mat juga pintar memasak.
Semua orang bisa berubah, terpenting ada niat.
Jadi Korban Penikaman
Kasus penikaman terjadi di Lorong Anoa, Teling Bawah, Kota Manado, Sulawesi Utara, pada Selasa (5/5/2026) malam.
Peristiwa ini menghebohkan warga karena terjadi di lokasi yang ramai.
Insiden tersebut diduga dipicu pesta minuman keras (miras) yang berujung pada pertikaian.
Korban diketahui merupakan pria yang dikenal dengan sebutan Mat Ular.
Ia mengalami luka serius akibat senjata tajam dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.(ART)