WARTAKOTALIVE.COM, DEPOK- Skuad Persija Jakarta menggelar sesi latihan di Persija Training Ground, Kecamatan Bojongsari, Depok, Jawa Barat pada Kamis (7/5/2026) pagi.
Latihan tersebut disiapkan jelang duel klasik melawan Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda pada Minggu (10/5/2026) mendatang.
Pantauan di lokasi, para pemain Persija mulai memasuki lapangan latihan sekira pukul 08.50 WIB.
Latihan tersebut dipimpin langsung oleh Pelatih Kepala Persija Mauricio Souza, diawali dengan sesi pemanasan.
Kemudian, latihan difokuskan pada taktikal para pemain, bagaimana cara menggiring bola, mengumpan, hingga membobol gawang.
Tampak Rizki Ridho dan kawan-kawan menggiring bola dari satu sisi ke sisi lain lapangan mengikuti arahan pelatih.
Bek Tengah Persija, Paulo Ricardo menjelaskan, latihan ini merupakan sesi pertama jelang menghadapi Persib.
Pesepakbola asal Brazil itu menilai, musim ini sudah berjalan cukup panjang bagi baginya hingga tahu apa yang harus dilakukan saat melawan Persib.
“Meskipun ini adalah pertandingan besar, kami sudah memiliki pengalaman sepanjang musim ini untuk menghadapi apa yang menanti di hari Minggu nanti,” kata Paulo.
Menurut Paulo, ia dan rekan-rekannya akan melakukan yang terbaik untuk meraih kemenangan.
Baca juga: Persija Vs Persib Batal Digelar di GBK, Pramono Anung: Jujur, Saya Kecewa! Tak Tahu Soal Acara GRIB
Sementara itu, Mauricio Souza mengaku tak mampu berbuat apa-apa laga kandang Persija namun harus bermain di luar Jakarta.
Meski demikian, ia tak punya pilihan selain memaksimalkan skuad Persija untuk memperoleh tiga poin melawan Persib.
“Saya tidak tahu apakah ini menguntungkan Persib Bandung atau tidak, kalau kita tidak dapat keuntungan,” kata Souza usai latihan.
Souza menambahkan, pada pertandingan pertama Persija vs Persib, permainan berlansung imbang.
Namun, gol Persib disebabkan oleh kesalahan pemain Persija dan di babak kedua pihaknya mendapatkan kartu merah.
“Susah melawan Persib Bandung yang bermain bagus (usai kartu merah),” tutupnya.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan rasa kecewanya setelah pertandingan panas antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung batal diselenggarakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.
Pertandingan yang semula dijadwalkan pada 10 Mei 2026 tersebut kini dipastikan bergeser jauh ke Samarinda, Kalimantan Timur.
Baca juga: Siap Tarung Lawan Persib Bandung di Samarinda, Mauricio Souza: Persija Jakarta Datang untuk Menang
Pemindahan mendadak ini memicu gelombang spekulasi di kalangan penggemar sepak bola nasional, terutama mengenai ketersediaan stadion di jantung kota tersebut.
Enggan Kaitkan dengan Acara GRIB Jaya
Di tengah simpang siur alasan pemindahan, muncul dugaan bahwa Stadion GBK akan digunakan untuk acara Milad ke-15 Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, organisasi yang dipimpin oleh Hercules Rosario Marshal.
Namun, Pramono Anung memilih untuk bersikap hati-hati dan tidak ingin memperkeruh suasana dengan spekulasi tersebut.
"Saya tidak mau berspekulasi karena terus terang saya tidak tahu kalau ada acara GRIB, secara pribadi ya saya tidak tahu," tegas Pramono saat ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Ia menekankan bahwa dirinya enggan berpolemik lebih jauh terkait agenda organisasi tertentu di kawasan olahraga nasional tersebut.
Baca juga: Ketua Panpel Persija Beberkan Kronologi Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda
Menghormati Alasan Penyelenggara
Mantan Sekretaris Kabinet ini menjelaskan bahwa dirinya sudah mendapatkan penjelasan langsung dari pihak-pihak berkompeten yang mengurus penyelenggaraan pertandingan.
Meskipun penjelasan tersebut telah diterima secara logis, sisi emosionalnya sebagai pemimpin Jakarta tetap tidak bisa menutupi rasa sedihnya.
“Tetapi saya tidak mau berpolemik terhadap hal itu karena saya tahu dan saya reasoning atau alasan yang disampaikan oleh pihak-pihak yang berkompeten untuk penyelenggaraan ini saya sudah mendengarkan secara langsung,” ujarnya menambahkan.
Harapan untuk Laga di Ibu Kota
Bagi Pramono, kehadiran laga Persija vs Persib di Jakarta bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan hiburan besar bagi warga Jakarta.
Kekecewaannya mencerminkan harapan besar masyarakat agar laga-laga besar tetap memiliki panggung di stadion kebanggaan Indonesia.
“Kemarin saya sudah menyampaikan kalau kecewa pasti kecewa. Saya pribadi kecewa karena saya berharap bahwa pertandingan bisa diadakan di Jakarta,” pungkasnya dengan nada menyesal.
Kini, fokus para pendukung beralih ke Samarinda, sembari berharap di masa depan koordinasi antara pengelola fasilitas publik dan penyelenggara olahraga dapat lebih sinergis agar kejadian serupa tidak terulang kembali.