Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Jembatan overpass di Jalan Bodogol-Batusari, Desa Buah Batu, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, menjadi sorotan publik usai kondisi penyangganya retak.
Jembatan overpass yang melintasi ruas Tol Purbaleunyi tersebut merupakan jalur penghubung antara wilayah Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, dengan Kecamatan Rancasari, Kota Bandung.
Berdasarkan pantauan Tribun Jabar di lapangan, keretakan tampak pada dua sisi penyangga jembatan. Retakan itu memiliki panjang sekitar lima meter dengan celah mencapai kurang lebih lima sentimeter.
Baca juga: Potret Jembatan Gantung Perintis Garuda di Kabupaten Bandung, Akses Warga Kini Tak Lagi Rapuh
Meskipun mengalami keretakan di bagian penyangganya, jembatan tersebut masih tetap dilalui oleh para pengendara, baik itu kendaraan roda dua ataupun empat. Bahkan banyak masyarakat yang tidak menyadari.
Salah seorang warga setempat, Kalin (55) mengaku, tidak mengetahui pasti sejak kapan keretakan itu muncul. Pasalnya, dirinya baru menyadari adanya retakan tersebut setelah ramai di media sosial.
"Enggak tahu kapan, tahu-tahu sudah retak begini. Saya juga baru tahu setelah viral. Sebelumnya sih kondisinya enggak retak, aman-aman saja," ujarnya saat ditemui pada Kamis (7/5/2026).
Kalin mengungkapakan, usai viral di media sosial, sejumlah petugas telah mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan pengecekan. Namun hingga kini, belum terlihat adanya proses perbaikan secara langsung.
"Sudah banyak petugas yang melihat ke sini. Baru kontrol saja, survei mana saja bagian yang retak. Tapi kalau perbaikan mah belum ada," katanya.
Dengan adanya kondisi tersebut, Kalin menuturkan, dirinya dan warga lainnya yang mengetahui kondisi itu merasa khawatir. Pasalnya, jembatan tersebut dikenal sebagai jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan.
"Khawatir juga, takut ambruk. Namanya jalan ramai, tiap hari penuh, kadang sampai macet. Harapan warga mah inginnya segera diperbaiki supaya aman lagi," ucapnya.
Senada dengan itu, pengguna jalan, Tommy Djanu (32) mengungkapakan khawatiran yang yang sama. Dirinya menilai jembatan overpass tersebut memiliki peran vital bagi mobilitas warga.
Baca juga: Ada Retakan di Ruas Tol Cisumdawu KM 207 A Retak, Contra Flow Diberlakukan Mulai Besok
Menurut Tommy, selain retakan, persoalan lain yang perlu diperhatikan adalah dimensi jalan yang dinilai sudah tidak memadai, jika dibandingkan dengan volume kendaraan yang melintas.
"Kalau pagi dan sore pasti macet di situ karena jalannya sempit dan tanjakan jembatannya terlalu tinggi. Saya berharap bukan cuma perbaikan retakan, tapi juga ada pelebaran jalan," ujarnya.
Lebih lanjut, Tommy menjelaskan, jika suatu saat jembatan yang menghubungkan antara Kabupaten Bandung dan Kota Bandung tersebut terganggu, maka pengendara harus memutar jauh untuk ke tempat tujuan.
"Kalau jembatan putus atau ada kendaraan mogok saja, warga harus memutar jauh sekitar 10 kilometer ke arah Bojongsoang. Itu pun pasti terjebak macet panjang di jalur utamanya," katanya.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo memastikan bahwa keretakan yang ada di jembatan overpass tersebut bukanlah pada struktur utamanya, melainkan pada beton penutup abutment.
Hal itu diucapkan Dody, dalam video yang diunggah di laman Instagram pribadinya pada Kamis (30/4/2026). Selain itu dirinya juga telah mengintruksikan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).
"Melalui BPJT Kementerian PU dan koordinasi dengan Jasa Marga, penanganan langsung dilakukan untuk memastikan keselamatan pengguna jalan. Retakan tersebut berada pada beton penutup abutment, bukan struktur utama, dan hasil evaluasi menunjukkan jembatan tetap aman dan berfungsi penuh," ucapnya di laman Instragramnya.
"Perbaikan terus berjalan dan dilanjutkan tahun ini untuk menjaga keamanan dan kualitas layanan. Terima kasih atas kepedulian dan laporan dari masyarakat. Suara Anda kami dengar, kami baca, dan kami tindak lanjuti," katanya.
Baca juga: Jembatan Ibun-Majalaya Bandung Ambles Perlahan, Awalnya Retak saat Sungai Meluap
#Virallokal