SURYA.co.id, SIDOARJO – Sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sidoarjo perlu perbaikan.
Beberapa fasilitasnya dirasa kurang layak, banyak stand tidak beroperasi, dan data di Pemkab Sidoarjo menyebut bahwa target retribusi dari pasar tradisional tahun 2025 kemarin tidak terpenuhi.
Berbagai persoalan itu terungkap saat para koordinator pasar tradisional serta pengelola pasar berkumpul di Pendopo Sidoarjo, Kamis (7/5/2026).
Mereka menghadiri audiensi dengan Bupati Sidoarjo Subandi dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sidoarjo.
Para pengelola pasar menyampaikan beberapa hal, termasuk banyaknya lokasi yang kosong sehingga mengalami kerusakan, serta kondisi paving yang telah banyak mengalami kerusakan.
Pasar Sukodono misalnya, perlu dilakukan peninggian paving di area depan pasar untuk mengatasi masalah banjir saat musim hujan.
Baca juga: DPRD Sidoarjo : Jadi Calon Kades, Perangkat Desa Harus Mundur
Dan terungkap bahwa peninggian paving itu sudah dialokasikan anggarannya.
Pemerintah sudah mengalokasikan dana sekira Rp 2,3 miliar untuk memperbaiki beberapa pasar.
Termasuk Pasar Taman, Sukodono, dan Wonoayu yang akan dilakukan pembangunan paving dan los basah guna meningkatkan kebersihan dan estetika pasar.
Sementara keluhan dari pengelola pasar Krian, disebut bahwa kendalanya terkait tempat penampungan pasca-kebakaran dan saluran air yang sering menyebabkan penyumbatan dan ketidakmampuan menampung air hujan.
"Pasar Porong telah dilengkapi dengan kanopi, sehingga para pedagang tidak lagi terkendala oleh hujan. Namun, terdapat keluhan terkait retribusi parkir, kondisi jalan yang mulai rusak, dan saluran air yang tersumbat,” ujar perwakilan pengelola pasar dalam pertemuan itu.
Sementara di Pasar Wadungasri, diungkap bahwa tingkat okupansi kios konveksi di lantai dua yang sangat rendah, hanya 10 persen.
Situasi ini diakibatkan oleh dampak penjualan daring dan keberadaan toko modern.
Menanggapi berbagai permasalahan tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan komitmennya untuk segera melakukan pemetaan dan kajian terkait perbaikan sarana dan prasarana yang sudah tidak memadai.
Subandi juga mengaku akan turun meninjau langsung kondisi di lapangan.
Bupati mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dalam melakukan revitalisasi pasar tradisional yang cenderung tertinggal akibat maraknya pasar modern.
"Kita perlu melakukan pemetaan yang menyeluruh untuk perbaikan. Supaya pasar lebih ramai dan retribusinya bisa meningkat,” ujarnya.
Ke depan, pihaknya juga mengusulkan penerapan penarikan retribusi secara non tunai yang bisa dikawal oleh Diskominfo Sidoarjo.
Kemudian ada dasboard untuk mendata jumlah pasar tradisional, termasuk mendapat jumlah lapak atau kios pedagang yang bisa diakses para pihak.
“Kami juga meminta kepala pasar untuk bisa berinovasi agar kondisi pasar bisa lebih baik. Supaya pembeli dan penjual bisa merasa nyaman beraktivitas di pasar. Bila perlu disediakan jaringan wifi gratis agar proses transaksi jual-beli bisa dilakukan secara online," lanjutnya.