Fenomena Blue Moon 30 dan 31 Mei 2026, Catat Waktu dan Wilayah yang Bisa Menyaksikan
Tiara Shelavie May 07, 2026 06:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Fenomena Blue Moon atau Bulan Biru akan kembali menghiasi langit pada akhir Mei 2026. 

Istilah Blue Moon digunakan untuk menyebut bulan purnama tambahan yang terjadi dalam periode tertentu, biasanya bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender.

Meski disebut 'bulan biru', fenomena ini umumnya tidak membuat warna bulan benar-benar berubah menjadi biru.

Pada tahun 2026, Blue Moon diperkirakan terjadi pada malam 30 hingga 31 Mei 2026 dan dapat diamati dari berbagai wilayah dunia, termasuk sebagian besar kawasan Asia, Eropa, Australia, Afrika, hingga Amerika. 

Fenomena ini tergolong cukup jarang karena rata-rata hanya terjadi setiap dua hingga tiga tahun sekali.

Blue Moon terakhir sebelumnya terjadi pada Agustus 2024.

Saat itu, fenomena tersebut juga bertepatan dengan supermoon sehingga tampak lebih besar dan terang dibanding biasanya.

Untuk menyaksikan Blue Moon 2026, masyarakat cukup melihat ke arah timur saat bulan mulai terbit setelah matahari terbenam. 

Pengamatan dapat dilakukan tanpa alat khusus karena bulan purnama akan terlihat jelas dengan mata telanjang. 

Namun, penggunaan kamera, teleskop, atau teropong dapat membantu melihat detail permukaan bulan secara lebih tajam.

Mei 2026 Memiliki Dua Bulan Purnama

Baca juga: Fenomena Pink Moon April 2026, Ini Waktu Puncak dan Fakta Menariknya

Bulan Mei 2026 menjadi salah satu bulan istimewa bagi para pengamat langit karena menghadirkan dua kali fase bulan purnama.

Purnama pertama terjadi pada 1 Mei 2026 yang dikenal sebagai Flower Moon, dikutip dari https://earthsky.org/.

Sementara itu, purnama kedua muncul pada malam 30 hingga 31 Mei dan inilah yang disebut sebagai Blue Moon kalender.

Fenomena tersebut terjadi karena siklus fase bulan berlangsung sekitar 29,5 hari. 

Dengan kondisi itu, apabila bulan purnama pertama muncul di awal bulan, maka kemungkinan besar akan ada purnama kedua menjelang akhir bulan kalender yang sama.

Blue Moon kali ini juga disebut sebagai micromoon atau bulan purnama mikro, yakni kondisi ketika bulan berada pada titik terjauh dari bumi sehingga tampak sedikit lebih kecil dibanding bulan purnama biasa.

Waktu Puncak Blue Moon 2026

Puncak fase bulan purnama diperkirakan terjadi pada 31 Mei 2026 pukul 08.45 UTC.

Di sejumlah wilayah dunia, Blue Moon sudah mulai tampak penuh sejak malam 30 Mei hingga 1 Juni 2026. 

Masyarakat disarankan menyaksikan fenomena ini saat bulan terbit atau menjelang fajar karena cahaya bulan akan terlihat lebih hangat dan dramatis di dekat cakrawala.

Blue Moon 2026 juga diperkirakan berada dekat dengan bintang terang Antares di rasi Scorpius sehingga menambah keindahan langit malam.

Wilayah dan Waktu Terbaik Menyaksikan Blue Moon

Waktu kemunculan Blue Moon berbeda-beda tergantung lokasi pengamatan.

Sebagian wilayah yang berada jauh di sebelah barat GMT dapat melihat bulan terbit sejak 30 Mei, sedangkan mayoritas negara di Asia, Australia, Eropa, Afrika, dan Amerika akan menyaksikannya pada 31 Mei 2026.

Mengutip dari https://starwalk.space/, berikut beberapa perkiraan waktu terbit Blue Moon di berbagai kota dunia:

  • Honolulu: 30 Mei pukul 19.03 HST
  • Sydney: 31 Mei pukul 16.26 AEST
  • São Paulo: 31 Mei pukul 17.32 BRT
  • Singapura: 31 Mei pukul 19.06 SGT
  • Mexico City: 31 Mei pukul 19.48 CST
  • Los Angeles: 31 Mei pukul 20.50 PDT
  • New York: 31 Mei pukul 21.11 EDT
  • Chicago: 31 Mei pukul 21.13 CDT
  • London: 31 Mei pukul 22.04 BST

Mengapa Disebut Blue Moon?

Nama Blue Moon sebenarnya tidak berkaitan langsung dengan warna bulan.

Istilah tersebut telah digunakan sejak ratusan tahun lalu untuk menggambarkan sesuatu yang langka atau jarang terjadi. 

Dari situlah muncul ungkapan bahasa Inggris “once in a blue moon” yang berarti peristiwa yang sangat jarang terjadi.

Dalam perkembangannya, Blue Moon memiliki dua definisi utama, yakni Blue Moon musiman dan Blue Moon kalender.

Blue Moon musiman adalah bulan purnama tambahan dalam satu musim astronomi, sedangkan Blue Moon kalender merupakan bulan purnama kedua yang terjadi dalam satu bulan kalender yang sama.

Fenomena pada Mei 2026 termasuk kategori Blue Moon kalender karena menjadi purnama kedua setelah Flower Moon pada 1 Mei.

Apakah Bulan Bisa Berwarna Biru?

Walaupun namanya Blue Moon, warna bulan biasanya tetap tampak putih kekuningan seperti bulan purnama pada umumnya.

Namun dalam kondisi tertentu, bulan memang dapat terlihat kebiruan, dikutip dari space.com.

Salah satu contoh terkenal terjadi setelah letusan Gunung Krakatau di Indonesia pada tahun 1883. 

Abu vulkanik yang menyebar ke atmosfer menyebabkan cahaya merah tersaring sehingga bulan tampak berwarna biru kehijauan.

Fenomena serupa juga pernah tercatat setelah letusan Gunung St. Helens, Gunung Pinatubo, dan El Chichon.

Tips Melihat dan Memotret Blue Moon

Blue Moon dapat diamati langsung tanpa alat bantu karena cahayanya cukup terang.

Bagi pengguna teropong atau teleskop, permukaan bulan akan terlihat lebih detail, termasuk area gelap dan kawah-kawah besar.

Sementara untuk memotret menggunakan ponsel, pengguna disarankan menurunkan tingkat eksposur agar cahaya bulan tidak terlalu terang. 

Menggunakan mode timer juga membantu mengurangi getaran saat mengambil gambar.

Bagi pengguna kamera profesional, fokus manual ke arah tak terhingga serta penggunaan lensa telefoto dapat membantu menghasilkan foto bulan yang lebih tajam dan dramatis.

Waktu terbaik untuk fotografi biasanya saat bulan baru terbit di ufuk timur karena warna cahaya bulan tampak lebih hangat dan berpadu dengan lanskap sekitar.

(Tribunnews.com/Farra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.