Terduga Pelaku Pemukul Bro Ron Ngaku Jadi Korban Rasisme dan Penonjokan: Itu Balasan, Bukan Awalan
Kharisma Tri Saputra May 07, 2026 06:47 PM

TRIBUNSUMSEL.COM - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) angkat bicara terkait berkembangnya kasus dugaan penganiayaan terhadap Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron.

Pernyataan ini muncul setelah salah satu terduga pelaku mengklaim dirinya lebih dulu menjadi korban pemukulan.

Direktur Hukum dan HAM DPP Partai Solidaritas Indonesia, Kamaruddin, menegaskan bahwa pengakuan tersebut masih bersifat sepihak dan belum dapat dijadikan dasar kesimpulan.

Diketahui, sempat ada potongan video yang diunggah oleh anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Ahmad Sahroni di akun Instagram pribadinya pada Selasa (5/5/2026).

AKSI PEMUKULAN - Aksi pemukulan yang dialami oleh Wakil Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bro Ron di salah satu kantor hukum di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (4/5/2026) malam menyebabkan dirinya mengalami luka robek di area pelipis matanya hingga harus dijahit.
AKSI PEMUKULAN - Aksi pemukulan yang dialami oleh Wakil Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Bro Ron di salah satu kantor hukum di kawasan Menteng, Jakarta, Senin (4/5/2026) malam menyebabkan dirinya mengalami luka robek di area pelipis matanya hingga harus dijahit. (Instagram/@ahmadsahroni88)

Dalam video tersebut, tampak Bro Ron dipukul oleh dua orang tak dikenal (OTK). Lalu mereka pun dilerai oleh anggota TNI yang berjaga.

Adapun peristiwa tersebut ternyata terjadi ketika Bro Ron mendampingi 15 karyawan PT SKS yang menuntut pembayaran gaji yang menunggak di firma hukum Michael Putra and Partners di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (4/5/2026).

Akibat pemukulan yang dialami, Bro Ron menderita luka sobek di pelipis bagian kanan.

"Kita serahkan kepada pihak kepolisian. Itu hanya baru keterangan sepihak pelaku. Apa yang terjadi sebenarnya sedang diselidiki oleh aparat kepolisian," kata Kamaruddin, kepada Tribunnews.com, Rabu (6/5/2026).

Dia menegaskan seluruh tindakan kekerasan yang menimpa Bro Ron tidak dapat dibenarkan.

Kamaruddin mengungkapkan ada bukti rekaman CCTV yang bisa mengungkap kronologi kasus ini secara lebih jelas.

"Intinya tindakan kekerasan secara fisik atau penganiayaan apapun alasannya tidak dapat dibenarkan. Semua proses kejadian tersebut terekam CCTV. Kita tunggu hasil proses penyelidikan dan penyidikan aparat kepolisian," tuturnya.

Lebih lanjut, Kamaruddin mengatakan pihaknya mendukung Bro Ron yang menjadi korban penganiayaan.

Dia mengungkapkan segala bentuk kekerasan menjadi wujud kelemahan akal seseorang.

"Kekerasan hanya menunjukkan kelemahan akal sehat dan ketidakmampuan berdialog secara setara," jelasnya.

Terduga Pelaku Ngaku Dipukul Terlebih Dahulu, Laporkan Balik Bro Ron

Salah satu terduga pelaku, Muhammad Rijal Berhet, mengungkapkan kronologi versi dirinya terkait peristiwa pemukulan terhadap Bro Ron.

Dia mengaku terlebih dahulu dipukul oleh Bro Ron sebelum akhirnya dirinya dan rekannya membalas.

Sosok yang akrab disapa Ical ini menyebut peristiwa berawal ketika dirinya berada di lokasi kejadian setelah diajak rekannya.

Di lokasi, dia bersama rekannya yang bernama Randi.

Lalu, di saat yang bersamaan, Ical menyebut Bro Ron langsung memaki dirinya disertai ucapan rasis. Pada momen itulah, dia mengeklaim juga dipukul di bagian dada oleh Bro Ron.

"Ketika saya sampai di sana, saya nggak tidak tahu masalah. Tiba-tiba, Bro Ron ini datang langsung maki-maki saya plus dia rasis tambah dia tonjok pas di ulu hati saya. Saya hanya lipat tangan saja," katanya dikutip dari YouTube Bang Rani Stones.

Ical pun tak terima atas tindakan Bro Ron tersebut dan langsung mendorongnya. Setelah itu, dia menyebut Bro Ron langsung naik ke lantai dua gedung tersebut dan disusul olehnya.

Setibanyanya di lantai atas gedung, Ical dan rekannya pun langsung melakukan pemukulan seperti video yang diunggah oleh Sahroni.

"Lalu saya naik ke atas dan lalu saya melakukan pemukulan seperti video yang viral itu. Itu balasan bukan awalan (peristiwa)," katanya.

Ical mengaku tidak mengenal dan tidak memiliki dendam pribadi terhadap Bro Ron.

Setelah itu, dia melaporkan balik Bro Ron ke kepolisian atas dugaan pemukulan yang dialaminya.

"Saya lapor balik atas pemukulan itu. Artinya, saya mempertanyakan alasan dia pukul saya apa, nah saya nggak ada urusan sama dia," jelasnya.

Untuk melengkapi laporan, Ical mengaku sudah melakukan visum dan menyerahkan hasilnya ke pihak kepolisian. 

Pada kesempatan yang sama, Randi mengaku juga menjadi korban pengeroyokan oleh Bro Ron. Dalam video tersebut, tampak ada perban yang menempel di lengan kanan dirinya.

Ia menyebut momen pengeroyokan itu terjadi setelah peristiwa pemukulan terhadap Bro Ron.

"Saya juga dikeroyok ini setelah pemukulan. Ketika setelah pemukulan itu, Bro Ron dan dua temannya itu balik juga nyerang saya. Bahkan ketika saya bangkit, saya dipukul pakai kursi. Ada videonya, " jelasnya.

Randi mengatakan turut melakukan pemukulan karena tidak terima Ical dihina dan menerima ucapan rasis dari Bro Ron.

Pasalnya, dia sudah menganggap Ical seperti orang tuanya. 

"Saya mengakui saya salah pukul dia tapi tindakan yang saya lakukan karena orang tua saya dihina dan dicaci serta kata-kata rasis itu keluar dari mulutnya," katanya.

Kronologi Versi Bro Ron

Dihubungi terpisah, Bro Ron menyebut kedatangannya ke lokasi karena kebetulan pihak Michael Putra and Partners adalaha rekan lamanya.

Adapun rekan lamanya itu mau ditemui oleh 15 karyawan PT SKS terkait audiensi soal gaji yang belum dibayarkan.

Namun, Bro Ron mengaku tidak menyangka keberadaannya di lokasi berujung menjadi korban pemukulan.

Dia mengeklaim dua terduga pelaku pemukulan terhadapnya merupakan pihak pengamanan kantor Michael Putra and Partners.

"Mereka bilang mereka itu sebagai pengamanan kantor dan meminta untuk semua keluar dari gedung. Kalau mau aksi, di luar gedung saja. Cekcok sekitar 10 detik setelah mereka muncul dari tangga, terjadilah pemukuan seperti di video," tuturnya

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.