Curhat Kernet Bus ALS Selamat, Nekat Lompat dari Jendela Sebelum Bus Terbakar
Tommy Kurniawan May 07, 2026 06:49 PM

TRIBUNJAMBI.COM - Kernet Bus ALS, Muhamad Fadli (29), menjadi satu dari empat korban selamat dalam kecelakaan maut Bus ALS dan mobil tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, Rabu (6/5/2026).

Warga Sibolga, Sumatra Utara itu selamat meski mengalami luka ringan di bagian betis kedua kaki dan lengan kiri.

Kepada Sripoku.com, Fadli menceritakan detik-detik mengerikan saat bus ALS yang ditumpanginya bertabrakan dengan mobil tangki dari arah berlawanan.

Menurutnya, bus ALS saat itu melaju dari arah Lubuklinggau menuju Jambi.

Sementara truk tangki bergerak dari arah Jambi menuju Lubuklinggau.

Saat tiba di lokasi kejadian, sopir bus disebut berusaha menghindari lubang di jalan.

Namun nahas, dari arah berlawanan muncul truk tangki dengan kecepatan tinggi hingga tabrakan tak dapat dihindarkan.

“Mobil itu tabrakan,” ujar Fadli saat diwawancarai, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Lemas Istri Sopir dan Kernet Mobil Tangki Lihat Jasad Suaminya, Tangis Tak Terbendung: Gak Kuat

Baca juga: Lengkap, Nama Korban Meninggal Dunia dan Selamat di Laka Maut Bus ALS Arah Jambi

Ia mengatakan benturan keras terjadi di bagian tengah kendaraan sehingga dirinya tidak sampai terjepit.

Saat kaca depan pecah akibat benturan, Fadli langsung memanfaatkan kesempatan itu untuk menyelamatkan diri.

“Tabrakan itu di bagian tengah, jadi saya tidak terjepit. Kemudian saya lompat dari bagian kaca depan, karena pintu tidak bisa dibuka lagi,” katanya.

Tak lama setelah tabrakan, api langsung membesar dari bagian depan bus disertai asap hitam pekat yang masuk ke dalam kabin.

Menurut Fadli, mayoritas penumpang saat itu sedang tertidur, sementara sebagian lainnya bermain ponsel.

“Habis tabrakan itu api langsung besar. Saya lompat keluar dan lari ke bagian belakang. Kemudian juga diikuti oleh tiga orang lainnya. Itulah mereka berhasil selamat,” ucapnya.

Sedangkan penumpang lainnya disebut terjebak di dalam bus dan tidak sempat menyelamatkan diri hingga akhirnya tewas terbakar.

Fadli menyebut total penumpang dalam bus berjumlah 18 orang termasuk sopir dan kernet.

Dari jumlah tersebut, empat orang merupakan perempuan, terdiri dari tiga perempuan dewasa dan satu balita.

“Yang selamat itu satu orang perempuan, sedangkan tiga orang lainnya laki-laki,” jelasnya.

Diketahui, kecelakaan maut tersebut menewaskan 16 orang, termasuk sopir bus ALS dan pengemudi truk tangki BBM.

Seluruh korban meninggal saat ini masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polri di Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang.

Berangkat dari Semarang ke Medan

Dia mengaku mobil bus tersebut berangkat dari Semarang pada tanggal 2 Mei 2026 dengan tujuan ke Medan, Sumut.

"Berangkat dari Semarang tanggal 2 Mei dan terakhir berhenti di SPBU wilayah Kota Lubuklinggau untuk mengisi BBM," jelasnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dalam perjalanan memang kondisi mobil sempat mengalami masalah, namun saat itu masih bisa diperbaiki dan akhirnya melanjutkan perjalanan.

"Di jalan sempat ada masalah, tapi bisa diatasi oleh sopir, jadi kembali lanjut perjalanan," tutupnya.

Sebelumnya, kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki minyak terjadi di Jalinsum Muratara tepatnya di Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Karang Jaya, pada Rabu (6/5/2026).

Akibat kecelakaan tersebut, 16 orang tewas di tempat dengan kondisi terbakar, 3 orang mengalami luka berat, dan 1 orang hanya luka ringan.

Saat itu, seluruh korban tewas telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara di Kota Palembang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut dan identifikasi.

Sedangkan untuk 4 korban selamat, kini tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rupit.

Berikut adalah identitas korban meninggal : 

Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).

Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).

Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).

Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan).

Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan).

Relodo – Penumpang Bus ALS.

Zulkifli – Penumpang Bus ALS.

Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.

Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan).

Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani).

Celinton - Penumpang Bus ALS

Hisyamsiah Bachri -  Penumpang Bus ALS

Sukardi  -  Penumpang Bus ALS

Salim  -  Penumpang Bus ALS

Budiyanto  -  Penumpang Bus ALS

Barhul Ulum  -  Penumpang Bus ALS

4 Korban Selamat

Hingga saat ini, tercatat ada 4 orang yang berhasil lolos dari maut.

Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius akibat ledakan minyak mentah dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif di RSUD Rupit.

Jumiatun (35).

Ngadiono (44). Juamiatun dan Ngadiono adalah warga Pati, Jawa Tengah (Luka bakar).

Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal (Luka bakar).

Korban diperbolehkan pulang : M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau (Luka lecet/ringan).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.