Dua Ular Masuk Pemukiman Warga Kediri Dalam Sehari, Damkar Evakuasi di Lemari dan Halaman Rumah
Rendy Nicko May 07, 2026 06:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Petugas pemadam kebakaran Kabupaten Kediri mengevakuasi dua ekor ular yang masuk ke permukiman warga dalam sehari, Kamis (7/5/2026). Dua kejadian tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Ngasem dan Kecamatan Ringinrejo.

Peristiwa pertama terjadi di rumah milik Angga, warga RT 07 RW 03 Desa Tugurejo Kecamatan Ngasem. Seekor ular python ditemukan berada di halaman depan rumah dan membuat warga sekitar khawatir.

Pihak Damkar menerima laporan dari warga bernama Sony yang melihat keberadaan ular tersebut dan meminta bantuan petugas untuk melakukan evakuasi.

Tim Damkar Kabupaten Kediri dari Pos Grogol kemudian berangkat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 08.41 WIB.

Baca juga: Camat Pule Diduga Gunakan Setoran Pajak, Komisi I DPRD Trenggalek Usul Pembayaran Digital

Plt Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono menjelaskan ular tersebut berhasil diamankan tanpa menimbulkan korban.

"Petugas melakukan evakuasi dengan menggunakan penjapit ular dan sarung tangan," jelasnya.

Ular yang dievakuasi diketahui berjenis python dengan panjang sekitar 1,20 meter dan berat kurang lebih 5 kilogram.

"Ular berhasil dievakuasi dengan aman," tambah Kaleb.

Belum lama berselang, petugas kembali menerima laporan ular masuk rumah warga di Desa/Kecamatan Ringinrejo.

Kali ini ular ditemukan di dalam lemari pakaian milik Fitria Dewi, warga RT 002 RW 002 Jalan Gelatik. Pemilik rumah terkejut saat hendak mengambil pakaian dan mendapati ular berada di antara tumpukan baju.

Karena panik dan khawatir membahayakan penghuni rumah, pemilik langsung menghubungi petugas Damkar Pos Ngadiluwih.

Tim damkar berangkat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 11.10 WIB untuk melakukan proses evakuasi.

Petugas mengevakuasi ular menggunakan sarung tangan dan stik khusus penanganan ular.

"Ular berhasil dievakuasi dengan aman," jelas Kaleb.

Ular yang ditemukan di dalam lemari tersebut diketahui merupakan ular jali dengan panjang sekitar satu meter dan berat sekitar 600 gram.

Baca juga: 6 Calon Jemaah Haji Kabupaten Tulungagung Meninggal Dunia saat Proses Pemeriksaan Kesehatan

Beruntung dalam dua kejadian tersebut tidak ada korban luka maupun korban jiwa.

Kaleb mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat memasuki musim pancaroba yang kerap membuat ular keluar dari habitatnya dan masuk ke area permukiman warga.

Kaleb juga meminta masyarakat tidak mencoba menangkap ular sendiri apabila merasa tidak memiliki kemampuan, dan segera melapor kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan dengan aman.

(Isya Anshori/TribunMataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.