TRIBUNJAKARTA.COM - Politikus PDI Perjuangan (PDIP), Mohamad Guntur Romli atau Gun Romli, melontarkan kritik keras kepada Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka.
Dalam postingannya di Instagram, ia menyinggung polemik akun 'Fufufafa' sekaligus menuding Gibran membisu ketika Presiden Prabowo Subianto diterpa badai kritik.
Gun Romli mengaku sempat dituduh mengadu domba hubungan Prabowo dan Gibran setelah sebelumnya mengulas soal manuver politik menuju Pemilu 2029.
Ia diserang oleh Termul atau Ternak Mulyono, sebutan para pendukung keluarga Presiden Jokowi, termasuk anak sulungnya, Gibran.
Namun, ia menegaskan kritik yang disampaikannya didasarkan pada sikap politik Gibran yang dinilai pasif.
"Saya dituduh adu domba prabowo dan gibran dari konten sebelum ini, soal manuver Gibran menuju 2029," kata Gun Romli.
Menurut Gun Romli, Gibran justru memilih diam dan tidak menunjukkan pembelaannya secara terbuka ketika Prabowo terus menjadi sasaran kritik
"Ketika Presiden Prabowo terus menjadi sasaran tembak berbagai isu sensitif, Gibran membisu. Kita lihat saja, Gibran tidak pernah tampil pasang badan, tidak ada pembelaan tegas, tidak ada klarifikasi nyata, ia seolah membiarkan sang presiden bertarung sendirian di tengah badai kritik," katanya.
Gun Romli bahkan menilai sikap diam Gibran bukan sekadar pasif, melainkan strategi politik untuk mengambil keuntungan di tengah situasi sulit yang dihadapi Prabowo.
"Sikap diam Gibran itu bukan sekadar pasif, tapi pilihan taktis. Gibran tampaknya sedang mengail di air yang keruh. Dia mengambil untung dari situasi sulit yang menghimpit Presiden Prabowo," katanya.
Ia juga menyoroti aktivitas kunjungan daerah yang belakangan gencar dilakukan Gibran.
Menurutnya, di saat Prabowo menghadapi tekanan politik, Gibran justru lebih fokus membangun citra dan basis dukungan politiknya sendiri.
"Saat presidennya diserang, Gibran justru sibuk memoles citra diri lewat ratusan kunjungan daerah. Ia membiarkan wibawa kepresidenan tergerus sementara ia membangun basis kekuatannya sendiri," jelasnya.
Selain itu, Gun Romli kembali mengungkit polemik akun 'Fufufafa' yang sebelumnya ramai diperbincangkan publik dan dikaitkan dengan Gibran.
Ia mempertanyakan mengapa hingga kini tidak ada klarifikasi yang benar-benar tuntas terkait isu tersebut.
"Kasus akun Fufufafa menjadi duri dalam daging yang paling tajam. Hingga kini misteri akun yang diduga milik Gibran itu tetap gelap. Publik ingat, betapa keji dan sadisnya serangan konten akun itu terhadap pribadi dan keluarga presiden Prabowo," ujarnya.
Gun Romli menyebut publik masih mengingat berbagai unggahan akun tersebut yang dianggap menyerang pribadi maupun keluarga Prabowo di masa lalu.
Ia pun mempertanyakan minimnya upaya untuk membersihkan nama baik pasangan Presiden tersebut.
"Ironisnya, mesin hukum pemerintah nampak tak berdaya, mengungkap kebenarannya. Misteri akun Fufufafa itu, memicu tanda tanya besar di ruang publik, mengapa tidak ada upaya serius untuk membersihkan nama baik pasangannya. Jangan-jangan diamnya Gibran adalah konfirmasi bisu," katanya.