TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG -Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam dua hari terakhir rajin mengunjungi pabrik di Kendal dan Brebes.
Kunjungan tersebut dilakukan di tengah ambisi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuka kawasan industri baru di kawasan Pantura Selatan (Pansela).
Kunjungan pertama Gubernur Jateng menuju ke pabrik peralatan rumah tangga listrik PT Borine Technology Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Rabu (6/5/2026).
Kunjungan berikutnya ke PT Gold Emperor Indonesia, perusahaan alas kaki di Brebes, Kamis (7/5/2026). Keduanya, merupakan perusahaan Cina.
Dalam dua kunjungan itu, Luthfi menekankan investasi perusahaan tersebut turut mengungkit ekonomi daerah dan mampu menyerap tenaga kerja.
"Investasi menjadi salah satu syarat penting dalam pengembangan suatu wilayah," katanya dalam keterangan tertulis.
Luthfi mengatakan, nilai investasi yang dikunjunginya mencapai triliunan. Seperti PT Borine Technology mencapai Rp33 triliun. Sementara PT Gold Emperor mencapai Rp1,6 triliun.
Di sisi lain, aktivitas ekonomi tersebut mendoronf pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,8 persen pada triwulan I tahun 2026.
"Kami terus meningkatkan investasi baik secara padat karya maupun padat modal," bebernya.
Baca juga: Daftar 3 Nama Perebutkan Jabatan Kursi Sekda Kendal
9 Kawasan Industri Baru
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari mengatakan, Gubernur Jateng telah mengarahkan sebanyak sembilan kawasan industri baru perlu dibentuk. Sejauh ini, Kabupaten yang telah berprogres Kebumen, Rembang dan Demak.
Tiga daerah tersebut masih berproses dengan patokan memenuhi syarat Kawasan Peruntukan Industri (KPI) dengan mampu menyediakan lahan hamparna minimal 50 hektare, lahan bebas sengketa dan lainnya. "Ya itu masih dalam proses," jelasnya.
Ia menyebut, rencana pembukaan kawasan industri ini akan mengarah ke pansela sebagai bagian dari pemerataan kawasan. "Tapi, kawasan industri di sana lebih kepada hilirisasi seperti sektor pertanian, perikanan dan sejenisnya," katanya kepada Tribunjateng.com.
DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah mencatat, angka investasi di Jateng Januari-Maret 2026 mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja di angka 92 ribu.
Dari angka Rp23,02 triliun terbagi menjadi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp10,04 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp12,98 triliun.
Sejumlah besar sektor realisasi investasi didominasi oleh industri karet dan plastik sebesar Rp2,95 triliun; mesin, elektronik, instrumen kedokteran, peralatan listrik, optik dan jam mencapai Rp2,75 triliun; industri barang dari kulit dan alas kaki Rp1,99 triliun; industri tekstil Rp1,83 triliun.
Sementara, daerah lima besar lokasi daerah realisasi investasi Kabupaten Batang Rp3,88 triliun, Kendal Rp3,61 triliun, Demak Rp3,03 triliun, Kabupaten Semarang Rp2,15 triliun, Kabupaten Demak Rp1,56 triliun.
Sakina melanjutkan, lima besar negara investasi dari luar negeri paling besar dari Singapura dengan nilai investasi Rp3,33 triliun, Hongkong Rp3,22 triliun, Cina Rp2,14 triliun, Jepang Rp1,85 triliun, Korea Selatan Rp0,52 triliun.
Penyerapan tenaga kerja dari investasi tersebut paling banyak terjadi di Kota Semarang sebanyak 15.650 orang, Kabupaten Kendal 9.009 orang, Brebes 8.915 orang, orang, Jepara 6.897 orang, Klaten 6.886 orang.
"Paling banyak terserap di sektor industri tekstil 19.190 orang dan industri barang dari kulit dan alas kaki 18.589 orang," bebernya. (Iwn)