TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Sebuah video merekam ulah tidak seronok dilakukan sejoli pada perlintasan rel kereta api di Jalan Bekasi Timur, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, Jakarta Timur viral.
Berdasarkan rekaman video yang beredar di media sosial, tampak sejoli nekat melakukan hubungan intim di tepi perlintasan rel kereta api pada Rabu (6/5/2026) sekira pukul 23.30 WIB.
Mereka tampak melakukan tindak seronok pada perlintasan rel kereta api dari arah Jatinegara menuju Bekasi, mereka memanfaatkan kondisi di lokasi yang minim penerangan.
"Melakukan tindakan yang dinilai melanggar norma di area terbuka. Aksi ini memicu keprihatinan pengguna Commuter Line karena dilakukan di ruang publik," tulis narasi akun @metropolitan.update.
Selain melanggar norma, ulah sejoli mesum tersebut dinilai membahayakan karena mereka berada di sekitar area perlintasan rel kereta api yang membahayakan keselamatan.
Camat Jatinegara, Endang Kartika mengatakan usai mendapat laporan kejadian jajaran Satpol PP sudah melakukan pemeriksaan pada lokasi sebagaimana dalam video yang viral.
Dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa terdapat celah pada pagar atau tembok, ruang ini yang diduga dimanfaatkan sebagai akses keluar masuk ke area perlintasan rel kereta api.
"Tindak lanjutnya akan dilakukan penutupan kembali pagar atau tembok yang menjadi akses keluar masuk ke dalam wilayah rel," kata Endang saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Kamis (7/5/2026).
Upaya lain yang dilakukan untuk mencegah kasus serupa yakni menambah penerangan di sekitar lokasi, agar tidak ada titik pada sepanjang perlintasan rel luput dari pengawasan.
Kemudian meningkatkan patroli rutin pada malam hari dengan melibatkan petugas gabungan Satpol PP, Polsek dan Koramil Jatinegara, serta jajaran PT Kereta Api Indonesia (KAI).
"Mulai nanti malam akan dilaksanakan patroli gabungan secara rutin melibatkan Tiga Pilar Kecamatan Jatinegara bersama Pamdal (pengamanan dalam) PT KAI," ujar Endang.
Jajaran Satpol PP Kecamatan Jatinegara menyatakan patroli atau pengawasan pada area perlintasan rel kereta api di Jalan Bekasi Timur sudah kerap dilakukan, khususnya saat malam hari.
Termasuk berkoordinasi dengan PT KAI untuk menutup celah pada tembok di sepanjang Jalan Bekasi Timur Raya, agar tidak ada lagi ruang bagi warga untuk masuk ke perlintasan.
"Masih ada dua titik (tembok bolong), akan ditindaklanjuti PT KAI. Untuk penerangan tambahan nanti akan disurvei bersama," tutur Kepala Satpol PP Kecamatan Jatinegara, Teguh Nurdin Amali.