Kejanggalan Tes Calon Manajer Kopdes Merah Putih Dibongkar Peserta, Jawaban Mendadak Berubah Sendiri
khairunnisa May 07, 2026 08:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Viral di media sosial curhatan para peserta tes rekrutmen calon Manajer Koperasi Desa Merah Putih ( Kopdes) atau KDKMP dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) soal kejanggalan ujian yang mereka ikuti.

Para peserta mengurai kecurigaan terkait dengan pelaksanaan tes kompetensi tersebut.

Pasalnya, para peserta menemui sejumlah kendala yang sama sehingga mereka gagal lolos ke tahap selanjutnya.

Untuk diketahui, tes kompetensi Kopdes Merah Putih dilaksanakan mulai 3 hingga 12 Mei 2026.

Tes tersebut menggunakan sistem CAT seperti seleksi CASN, yang tersebar di 72 lokasi seluruh Indonesia.

Kejanggalan tes menurut peserta

Pelaksanaan tes rekrutmen calon Manajer Kopdes tersebut belakangan viral di media sosial.

Hal itu lantaran ada beberapa peserta yang curhat soal kejanggalan ujian yang baru saja mereka kerjakan.

Seperti peserta bernama Arif Al Hakim.

Dalam akun TikTok-nya, Arif menceritakan proses pengerjaan tes kompetensi yang baru saja ia lakukan.

Dengan wajah lesu, Arif mengaku heran dengan website yang disediakan untuk pengerjaan soal ujian dengan sistem CAT.

Arif mengungkap keanehan dalam proses pengerjaan tes tersebut.

Yakni jawaban yang telah dipilih Arif tiba-tiba saja berubah.

LOWONGAN KOPDES: Logo Koperasi Desa Merah Putih. 30.000 manajer Kopdes Merah Putih yang lolos nantinya akan bekerja di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
LOWONGAN KOPDES: Logo Koperasi Desa Merah Putih. 30.000 manajer Kopdes Merah Putih yang lolos nantinya akan bekerja di bawah naungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). (Kompas.com)

Hal itulah yang membuat Arif pesimis lolos di tes tersebut.

"Aku baru aja selesai tes kompetensi yang koperasi desa. Jangan berharap banyak, tapi enggak tahu kenapa, websitenya itu aneh banget. Kita udah jawab misalnya jawaban yang kita rasa benar, jawabannya udah disimpan, tiba-tiba pas kita balik, kursornya ngeganti jawabannya. Jadi jangan berharap banyak. Ya udah lakuin aja, pilih aja asal klik, kalaupun jawaban benar, sama sistemnya nanti disalahin," pungkas Arif dalam video yang ia bagikan di TikTok.

Lantaran hal tersebut, Arif mengaku sudah tidak percaya lagi dengan proses rekrutmen yang dibuat negara.

"I don't know why. Tapi, aku udah enggak percaya sama proses seleksinya. Jadi, gws deh Indonesia," ujar Arif.

Tak cuma Arif, peserta tes kompetensi calon manajer Kopdes dari Makassar bernama Yusuf Saleh mengeluhkan hal serupa.

Namun lebih parah, Yusuf justru mendapatkan empat kendala saat mengerjakan soal ujian.

Pertama, Yusuf menyinggung soal jaringan internet yang lambat.

Kedua, Yusuf menyebut bahwa soal yang diberikan sangat banyak tapi waktu menjawabnya singkat.

"Saya salah satu peserta yang mendapatkan kendala, jaringan yang sangat lalot, dengan pertanyaan yang sangat banyak dan pengerjaan soal yang sangat singkat," ujar Yusuf.

Lalu ketiga, masalah Yusuf sama dengan Arif.

Yakni jawaban yang sudah dipilih Yusuf mendadak berubah setelah lanjut mengerjakan soal berikutnya.

"Tadi saya menjawab soal nomor satu, dengan pilihan jawaban A. Kenapa ya tiba-tiba loncat di pilihan jawaban lain, sehingga saya merasa dirugikan," pungkas Yusuf.

Baca juga: Pemerintah Buka Rekrutmen Koperasi Merah Putih, Ini Cara Unggah Materai untuk Syarat Melamar

Lalu terakhir, yang paling fatal, yakni saat Yusuf hendak mengerjakan soal ke materi berikutnya, mendadak sistem mengeluarkan nilainya.

Padahal waktu pengerjaan masih ada.

"Kendala selanjutnya, ketika saya move ke pertanyaan manajerial, belum saya menjawab soalnya, itu sudah keluar nilainya atau keluar dari pengerjaan soal," kata Yusuf.

Dari situlah Yusuf curiga dengan seleksi tes yang ia lakukan tersebut.

Yusuf meminta agar pihak penyelenggara bisa berbenah.

"Kayaknya bukan cuma saya yang merasakan kendala hari ini, yang tes di Universitas Muhammadiyah Makassar, tolong diupdate, kalau bisa diulang ujiannya," pungkas Yusuf.

Selain itu, ada juga netizen yang mengaku mengalami hal serupa dengan Yusuf dan Arif.

"Saya bersaksi demi Allah saya di jambi tes di BKN, tes tanggal 3 di saat saya mengklik sampe berkali kali tapi jawaban gak bisa di simpan dan jawabannya terisi otomatis," tulis akun bernama Mandkom.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.