Kisah Yani, Bertahan Hidup di Jakarta Meski Usianya Kini Tak Muda Lagi
Dwi Rizki May 07, 2026 09:21 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di usia yang tak lagi muda, Sri Suryani (60) masih menjalani hari-harinya dengan bekerja demi menyambung hidup.

Perempuan asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan itu memilih tetap bertahan di Jakarta agar bisa mandiri sekaligus membantu anak-anaknya yang masih membutuhkan dukungan ekonomi.

Perempuan yang akrab disapa Yani itu merantau ke Jakarta pada 1995.

Setahun kemudian ia menikah dan dikaruniai tiga orang anak.

Kehidupan rumah tangganya sempat berjalan seperti keluarga pada umumnya, hingga pernikahannya kandas setelah sang suami ketahuan selingkuh.

“Udah punya anak tiga. Yang pertama cowok, anak kedua cewek, anak ketiga cewek,” ujar Yani saat ditemui Warta Kota di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Minggu (26/4/2026).

Perceraian membuat hidupnya berubah.

Ia harus berjuang sendiri membesarkan ketiga anaknya di tengah keterbatasan ekonomi.

Baca juga: Kisah Inspiratif Yongki: Anak Pedagang Cilok yang Lolos Masuk UI dengan Beasiswa Penuh, Lewat SNBP

Meski sempat ingin pulang ke kampung halaman di Banjarmasin, minimnya peluang pekerjaan membuat Yani memutuskan tetap tinggal di Jakarta.

Ia kemudian menumpang tinggal bersama kerabat sambil bekerja sebagai pengasuh anak atau babysitter.

Di sela pekerjaannya, Yani juga memanfaatkan kemampuannya memasak untuk mencari tambahan penghasilan.

Berbagai makanan rumahan ia jual, mulai dari lauk harian hingga aneka kue.

Saat Ramadan dan menjelang Lebaran, ia rutin menerima pesanan kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju yang dipasarkan lewat teman dan aplikasi pesan singkat.

“Saya cari uang sendiri buat ngehidupin diri saya sendiri sama buat anak-anak karena dari mantan suami juga ngasih uang enggak banyak,” katanya.

Tak hanya itu, Yani juga pernah mencoba pekerjaan lain sebagai terapis pijat daring.

Namun pekerjaan tersebut tak berlangsung lama karena kondisi fisiknya yang sudah tidak kuat bepergian jauh menggunakan sepeda motor.

Selama bertahun-tahun, sebagian besar penghasilannya digunakan untuk membiayai pendidikan anak-anaknya hingga lulus SMA.

Kini ketiga anaknya telah berkeluarga dan tinggal terpisah di Purwakarta, Cirebon, dan Surabaya.

Meski begitu, Yani belum benar-benar bisa menikmati masa tua dengan tenang.

Salah satu anaknya diketahui sempat mengalami persoalan ekonomi akibat pinjaman online. Dalam kondisi tertentu, anak-anaknya juga masih meminta bantuan keuangan kepadanya.

Situasi itulah yang membuat Yani memilih terus bekerja hingga sekarang.

“Kalau tidak bekerja, saya harus minta ke siapa,” ucapnya lirih.

Di tengah perjuangan hidupnya, Yani sebenarnya pernah memiliki rumah bersubsidi di Kalimantan.

Rumah itu buah dari tabungannya selama bekerja di Jakarta.

Namun rumah itu kini kosong tidak ditempati.

Dirinya pun berencana menjual rumah itu karena merasa peluang mencari nafkah di Pulau Jawa jauh lebih besar.

Saat ini, Yani tinggal di Jakarta sambil tetap bekerja mengasuh anak kerabatnya.

Ia mengaku belum memiliki keinginan untuk menikah lagi dan memilih fokus menjaga kemandirian ekonomi selama masih sanggup bekerja.

Ke depan, ia berharap masih diberi kesehatan agar tetap bisa mandiri. Sesekali, ia juga ingin pulang ke Kalimantan untuk bertemu keluarga dan membantu merawat cucu-cucunya. (m31)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.