WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Persija Jakarta terus mematangkan persiapan jelang menghadapi Persib Bandung pada pertandingan pekan ke-32 Super League 2025/2026 di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026).
Jelang laga tersebut, bek tengah Persija Jakarta, Paulo Ricardo, menegaskan, timnya tetap menaruh respek tinggi kepada Persib Bandung yang kini berada di puncak klasemen Super League 2025/2026.
Meski demikian, ia memastikan Macan Kemayoran tetap mengincar kemenangan dalam laga bertajuk El Clasico tersebut.
Menurut Paulo, Persib layak berada di posisi teratas klasemen karena performa mereka sepanjang musim berjalan sangat baik.
Baca juga: Jelang Laga El Clasico Indonesia, Paulo Ricardo Sebut Persija Sudah Tahu Cara Mengalahkan Persib
"Kami menghormati mereka (Persib) karena mereka bekerja sangat baik, namun kami akan menghadapi mereka seperti menghadapi tim lain, yaitu untuk menang," kata Paulo Ricardo di Persija Training Ground, Bojongsari, Depok, Kamis (7/5/2026).
"Kami harus memberikan yang terbaik, menghormati lawan berarti bermain dengan level tinggi, intensitas tinggi, penuh semangat, dan menunjukkan permainan terbaik," lanjutnya.
Pemain asal Brasil tersebut tidak terlalu memikirkan kekuatan lini serang Persib.
Ia memilih fokus kepada permainan Persija terlebih dahulu sebelum menganalisis lawan.
Baca juga: Persija vs Persib: Mauricio Souza Sebut Andritany Cedera Engkel hingga Titipkan Pesan untuk Jakmania
"Saya selalu mencoba fokus ke tim kami sendiri terlebih dahulu, setelah itu melihat kelebihan mereka dan mencoba menghentikan kekuatan yang mereka miliki," ujar Paulo Ricardo.
Paulo juga menyoroti pentingnya menjaga emosi dalam pertandingan sarat gengsi seperti Persija kontra Persib.
Pesepakbola berusia 31 tahun tersebut berharap kejadian kartu merah pada pertemuan sebelumnya tidak kembali terulang.
Baca juga: Kecewa Laga Persija vs Persib Tidak di Jakarta, Mauricio Souza Singgung Atmosfer Dukungan Jakmania
Kala itu, Macan Kemayoran takluk 1-0 dari Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
"Di setiap pertandingan kami harus mengontrol emosi, terkadang situasi membuat hati dan pikiran menjadi panas, dan itu bisa terjadi karena kami manusia biasa, itu bagian dari sepakbola," ujar Paulo Ricardo.
"Kami harus tetap mengontrol emosi, karena jika kehilangan kendali, terkadang kami tidak bisa mengontrol tindakan sendiri," ucapnya.