TRIBUNJAKARTA.COM - Kernet Bus ALS 346, Muhamad Fadli (29) mengalami trauma mendalam setelah kecelakaan maut di Jalinsum wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, pada Rabu (6/5/2026).
Bus ALS 346 bertabrakan dengan truk tangki BBM, lalu meledak dan hangus terbakar.
Dalam kecelakaan tersebut, 16 orang meninggal, dan hanya 4 orang yang selamat.
Fadli merupakan satu dari empat korban selamat.
Warga Sibolga, Sumatera Utara itu mengatakan, bus ALS itu rencananya akan habis masa layak pakainya pada Oktober 2026 mendatang setelah 25 tahun beroperasi melayani rute Jawa dan Sumatera.
“Bus itu habis masa pakainya bulan Oktober nanti. Rencananya mau peremajaan, entah dijual atau bagaimana oleh perusahaan,” kata Fadli kepada wartawan Tribunsumsel.com di Muratara, Kamis (6/5/2026).
Di sisi lain akibat peristiwa tersebut, Fadli mengaku mengalami trauma dan berencana berhenti menjadi kernet bus.
Setelah seluruh proses selesai, ia ingin pulang ke Kota Tangerang, Banten.
“Setelah ini selesai mau pulang dulu ke Tangerang, mau menemui calon istri, rencana mau menikah,” ungkapnya.
Fadli menceritakan riwayat perjalanan Bus ALS 346 tersebut.
Bus berangkat dari Pati, Semarang, kemudian melewati Kota Lubuklinggau dan sempat mengalami radiator kering di Simpang MIO, Lahat.
“Sopir yang sekarang meninggal itu mulai menyetir dari Empat Lawang dan sempat mampir di Linggau untuk menurunkan barang, kemudian berangkat lagi setelah isi bahan bakar,” ujarnya.
Lalu Fadli menceritakan, kecelakaan bermula saat bus ALS yang mereka tumpangi berusaha menghindari lubang di jalan hingga masuk ke jalur lain.
Setelah kembali ke jalur semula, bus kembali menghindari lubang sebelum akhirnya bertabrakan dengan mobil tangki.
“Saat masuk jalur lagi itu menghindari lubang lagi kemudian menabrak mobil tangki. Posisi mobil tangki itu melaju kencang dari arah berlawanan,” ujarnya.
Ketika kecelakaan terjadi, Fadli duduk di samping sopir.
Sementara para penumpang di dalam bus ada yang sedang tidur dan bermain ponsel.
“Saat kecelakaan langsung keluar percikan api dari depan. Posisi penumpang ada yang tidur dan ada yang main HP. Karena bagian depan terbakar, ke belakang tidak bisa karena banyak paket, pintu juga hanya bisa dibuka dari luar,” ungkapnya.
Beruntung, Fadli sempat melompat keluar.
Ia juga melihat dua penumpang selamat lainnya, Ngadiono dan Jumiatun, keluar melalui jendela depan.
“Posisi jendela depan pecah saat kecelakaan. Sopir pingsan dan terbakar. Mereka saya lihat keluar, bahkan perempuan itu saya lihat bajunya terbakar,” katanya.
Kasat Lantas Polres Muratara AKP M Karim mengatakan identitas korban mulai diketahui setelah polisi melakukan pengumpulan data secara acak.
“Alhamdulillah sekarang data nama-nama korban sudah diketahui,” kata Karim kepada wartawan, Kamis (6/5/2026).
Berikut adalah identitas korban tewas dan selamat
Hingga saat ini, tercatat ada 4 orang yang berhasil lolos dari maut.
Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius akibat ledakan minyak mentah dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif di RSUD Rupit.