Kamis 'Panas' di Kendal: Pagi Dapur Ludes di Brangsong, Siang Kios Es Teh Hangus di Weleri
rival al manaf May 07, 2026 10:12 PM

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Peristiwa kebakaran dalam waktu berdekatan terjadi di Kabupaten Kendal, Kamis (7/5/2026).

Nasib apes itu dialami Sobirin, warga Dusun Toboyo, Desa Tosari, Kecamatan Brangsong. Bagian dapur rumah miliknya hangus terbakar pada pukul 08:00 WIB. 

Kapolsek Brangsong, AKP Adi Winarno menceritakan, kebakaran berawal dari aktivitas memasak air menggunakan tungku kayu. 

Dia mengatakan, aktivitas itu dilakukan pada waktu subuh. Setelah itu, pemilik rumah diduga lalai karena api belum padam sempurna. 

Baca juga: Wagub Jateng Taj Yasin Sebut Telah Audit Rutin Ponpes, Tapi Kecolongan Kasus Pati

Baca juga: BREAKING NEWS 4 Hari Tak Terlihat, Pria Lansia Ditemukan Tewas Dalam Posisi Tergeletak di Kudus

"Setelah selesai mandi api di tungku yang masih menyala ditinggal pemilik rumah berjualan di Kelurahan Langenharjo Kendal,” katanya, Kamis (7/5/2026).

Api yang masih menyala itu kemudian menyambar benda mudah terbakar di sekitar dapur hingga membesar. 

Warga yang melihat kepulan asap langsung berdatangan membawa air sumur dan air kran untuk memadamkan.  

Kapolsek menuturkan, warga yang mengetahui kejadian itu langsung memadamkan sebelum merembet ke bangunan lain. 

“Penyebab kebakaran diindikasikan karena pemilik lupa mematikan api tungku masak," sambungnya.

Kios Es Teh Hangus

Sekitar 2 jam kemudian, kebakaran menyusul pukul 12.15 WIB. Kali ini terjadi di kios es teh di Dusun Peniten, Desa Karanganom, Kecamatan Weleri.  

Kapolsek Weleri AKP Yulianto mengatakan, api pertama kali dilihat warga yang melihat kepulan asap pekat hitam keluar dari dalam kios.  

Sedangkan pemilik kios saat itu masih berada di dalam kios yang berusaha memadamkan api secara mandiri.

“Kemudian warga memanggil pemilik yang berada di dalam kontainer es teh untuk keluar karena api sudah mulai membakar kios,” paparnya.

Kapolsek menerangkan, warga sekitar pun langsung lapor ke Pos Damkar Weleri. 

Petugas tiba cepat dan langsung melakukan pemadaman sehingga api tak sampai meluas ke bangunan sekitar.  

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, sebagian bangunan kios mengalami kerusakan akibat terbakar.

“Tidak ada korban jiwa. Kebakaran diduga karena korsleting listrik,” ungkapnya.

Polisi pun mengimbau warga lebih berhati-hati, berkaca dari serangkaian kebakaran yang terjadi dalam kurun waktu berdekatan ini. 

"Kelalaian kecil bisa berujung kerugian besar,” tandasnya. 

Peristiwa Serupa 

Sebelumnya, 2 peristiwa kebakaran serupa terjadi dalam sehari di Kabupaten Kendal pada Rabu (6/5/2026). 

Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 09:00 WIB di Dusun Kedungronbong, Desa Sarirejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Peristiwa itu membuat 2 rumah warga hangus dilalap api.

Adapun kebakaran berikutnya terjadi pada Rabu (6/5/2026) malam sekitar pukul 23:15 WIB di Desa Margomulyo, Kecamatan Pegandon, Kendal yang melanda sebuah rumah huni. 

Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa itu, namun kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. 

Penyebab dari dua peristiwa kebakaran itu diduga berasal dari korsleting arus pendek listrik.

Pemilik rumah di Kaliwungu yang mengalami kebakaran, Siti Aisyah bercerita, peristiwa itu diketahui saat dirinya tengah berjualan di depan rumah dan mencium bau benda terbakar. 

Dia kemudian bergegas masuk ke dalam rumah dan mendapati api sudah menyala serta membakar kasur di ruang tengah.

Aisyah yang melihat kobaran api mulai membesar, sempat berupaya memadamkan api menggunakan air seadanya sambil membangunkan anaknya yang masih tertidur di kamar. 

Namun, api justru semakin membesar dan merambat ke bagian lain rumah.

"Saya lagi di depan, terus mencium bau barang terbakar. Pas masuk ke dalam, api sudah membakar kasur," katanya, Kamis (7/5/2026).

Aisyah yang kadung panik, tak sempat menyelamatkan barang-barangnya. 

Kondisi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu membuat api melahap seluruh bagian rumah.

Bahkan, api merembet ke rumah keponakannya Saekhul Ulum yang berada persis di sebelah rumah milik Aisyah.

Sebuah sepeda motor yang berada di dalam rumah juga tidak sempat diselamatkan dan ikut terbakar.

"Saya panik karena sendirian memadamkan api, tapi tidak padam malah tambah besar. Saya juga sudah teriak-teriak, akhirnya saya keluar tanpa sempat menyelamatkan barang,"

"Kemudian setelah itu dari petugas damkar tiba dan langsung memadamkan apinya, karena sudah merembet." paparnya.

Kebakaran Pegandon 

Di Desa Margomulyo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, juga terjadi kebakaran yang melahap habis rumah milik Siswanto pada Rabu (7/5/2026) pukul 23:15 WIB.

Kebakaran itu pertama kali diketahui tetangga yang mendengar suara mirip benda terbakar dari arah rumah Siswanto.

Dia dikagetkan dengan kobaran api yang sudah membesar saat hendak mengecek ke rumah Siswanto. Reflelks, dia lalu berteriak meminta pertolongan. 

Warga pun berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu tim pemadam kebakaran tiba di lokasi.

"Dugaan sementara penyebab kebakaran akibat adanya korsleting arus pendek listrik," kata Kapolsek Pegandon, AKP Nugroho Agung Purnomo.

Agung mengatakan, Siswanto sempat meninggalkan rumah untuk menuju RS Soewondo sekitar pukul 20.00 WIB. 3 jam kemudian, tepatnya pukul 23:00 WIB, Siswanto kembali ke rumah.

Tak berselang lama sebelum kebakaran terjadi, Siswanto keluar rumah lagi. 

"Pemilik rumah sempat keluar rumah, pulang lagi terus keluar lagi. Dan saat itu warga sudah melihat ada kobaran api di rumah Siswanto," tuturnya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, karena rumah dalam kondisi kosong saat kebakaran terjadi. 

Namun seluruh bangunan rumah beserta sejumlah barang milik korban mengalami kerusakan cukup parah akibat dilalap api.

"Total kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta," tandasnya. (ags) 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.