TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Perum BULOG Kantor Wilayah Yogyakarta mencatatkan performa impresif dengan merealisasikan penyerapan hasil panen sebesar 76 persen dari target tahunan hingga awal Mei 2026.
Capaian ini menempatkan stok pangan dalam posisi yang sangat kuat, terutama dalam upaya menjaga ketahanan cadangan pangan pemerintah (CPP) guna menghadapi ancaman fenomena El Nino serta memasuki musim kemarau tahun ini.
Berdasarkan data operasional, realisasi pengadaan saat ini telah menyentuh angka sekitar 148.000 ton setara beras dari total target pengadaan tahun 2026 yang dipatok sebesar 196.000 ton setara beras.
Laporan kinerja positif tersebut disampaikan langsung oleh Pemimpin Perum BULOG Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, pada Kamis (7/5/2026).
Dedi menjelaskan bahwa percepatan pengadaan di awal tahun ini merupakan langkah preventif agar pemerintah memiliki kendali penuh terhadap stok pangan saat produktivitas pertanian memasuki masa-masa menantang di tengah dinamika iklim.
Ia menegaskan bahwa dengan persentase serapan yang sudah melampaui tiga perempat dari target tahunan, posisi stok yang dikuasai saat ini memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Dedi Aprilyadi memaparkan optimisme terkait kesiapan infrastruktur dan cadangan beras yang dikelola instansinya.
“Persiapan kami sangat luar biasa (memasuki musim kemarau). Pengadaan kami sudah mencapai 76 persen dari target yang ditetapkan. Jadi saat ini stok yang kita kuasai sangat luar biasa. Untuk menghadapi El Nino, stok kita aman untuk penyaluran,” ujar Dedi menekankan solidnya cadangan pangan di wilayah kerjanya.
Secara administratif, tanggung jawab Perum BULOG Kanwil Yogyakarta tidak hanya terbatas pada wilayah DIY, melainkan juga mencakup penanganan stok di sebagian wilayah kabupaten dan kota di Jawa Tengah.
Dedi merinci bahwa secara spesifik untuk wilayah Yogyakarta saja, stok yang dikuasai saat ini mencapai 87.000 ton.
Kekuatan logistik ini didukung oleh jaringan infrastruktur yang memadai, di mana BULOG mengandalkan gudang induk serta gudang filial yang tersebar di berbagai titik strategis dengan total kapasitas daya tampung mencapai lebih dari 285.000 ton.
Menanggapi capaian tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan arahan agar BULOG terus memperkuat sinergi dengan para petani melalui pembinaan secara langsung di lapangan.
Hal ini bertujuan agar produktivitas yang saat ini tergolong sangat tinggi dapat terus dipertahankan dan bahkan ditingkatkan di masa depan.
Dedi Aprilyadi pun mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari Pemda DIY yang selama ini memudahkan pelaksanaan tugas-tugas penugasan negara di sektor pangan.
Dedi kemudian menjabarkan lebih lanjut mengenai pesan dan harapan dari Sri Sultan dalam menjaga keberlangsungan stabilitas pangan daerah.
“Pak Gubernur memberikan masukan, saran itu kepada kami supaya ke depannya bisa berlanjut dan bisa melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Kami mengucapkan terima kasih ke Pak Gubernur selama ini kami sudah di-support luar biasa. Sampai sekarang masih di-support yang kami lakukan. Penugasan-penugasan yang diberikan kepada kami, alhamdulillah kami diselesaikan dengan baik dan lancar,” pungkasnya.