DPKP DIY Datangkan Ternak dari Luar DIY untuk Penuhi Kebutuhan Hewan Kurban
Joko Widiyarso May 07, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketersediaan hewan kurban di Daerah Istimewa Yogyakarta masih kurang. Hewan kurban yang saat ini tersedia belum dapat memenuhi kebutuhan Iduladha.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY, Aris Eko Nugroho mengatakan pihaknya bersama kabupaten/kota dan stakeholder terkait sudah melakukan penghitungan kebutuhan hewan kurban di DIY. Ia menyebut secara ketersediaan masih kurang.

"Kemarin dengan kabupaten, kota, dan BBVET (Balai Besar Veteriner) sudah dilakukan koordinasi mengenai prediksi kebutuhan dan ketersediaan ternak di DIY. Secara ketersediaan kurang," katanya, Kamis (7/5/2026).

Aris mengungkapkan kebutuhan hewan hurban di DIY diperkirakan mencapai 90.500. Namun sayangnya ketersediaan hewan ternak sekitar 88.278.

Berdasarkan data, pemasok hewan kurban paling tinggi di DIY adalah Gunungkidul. Ketersediaannya mencapai 33.591. 

Guna memenuhi kebutuhan hewan kurban, pihaknya mendatangkan dari luar DIY. Daerah-daerah pemasok luar DIY antara lain Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Lampung.

"Pemenuhannya (untuk mencukupi kebutuhan kurban) biasanya sudah ada daerah-daerah pemasok, seperti Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung," ungkapnya.

Menjelang Iduladha, lalu lintas ternak akan meningkat, khususnya dari luar DIY. Untuk itu, pemantauan lalu lintas ternak menjadi perhatian demi mencegah penularan penyakit. 

"Kita mengoptimalkan lalu lintas ternak  dan kerja sama serta koordinasi dengan kabupaten/kota untuk berbagi peran," ujarnya.

Kendati saat ini ketersediaan ternak di DIY masih kurang, ia optimis tidak ada kekurangan.

"Biasanya H-1 (Iduladha) itu akan tercukupi dari daerah luar DIY," sambungnya.

Terpisah, Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti memastikan kebutuhan hewan kurban di DIY terpenuhi. Mengingat selama ini belum pernah terjadi kekurangan hewan kurban.

Pengawasan lalu lintas ternak menjadi penting untuk mencegah penularan penyakit, seperti penyakit mulut dan kuku. Agar pengawasan optimal, pihaknya mendirikan pos hewan ternak di setiap daerah perbatasan, misalnya di Gunungkidul dan Kulon Progo.

"Mudah-mudahan tidak terganggu, biasanya itu ada ya penyakit mulut dan kuku, dan lain-lain kalau mendekati Iduladha, karena mobilitas ternak cukup tinggi. Tetapi sejauh ini belum ada laporan. Masih aman, semoga aman selalu," imbuhnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.