SMKN 1 Pandak Bantul Sulap Lahan 400 Meter Persegi Jadi Kebun Melon Impor
Yoseph Hary W May 07, 2026 10:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Ratusan pohon melon tampak berjejer rapi di lahan hidroponik Sekolah Menangah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Pandak, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta pada Kamis (7/5/2026). Sekolah tersebut sengaja memanfaatkan lahan seluas 400 meter persegi untuk membudidayakan melon impor China.

Guru pendamping pertanian SMK Negeri 1 Pandak, Shodik Manunggal, mengatakan, lahan tersebut telah lama disulap untuk budidaya melon guna mendukung regenerasi petani muda. Apalagi, melon memiliki nilai jual tinggi dan pasar jual yang luas.

Siswa giliran piket di kebun

"Kami melibatkan sekitar 20 siswa dari kelas X dan XI untuk mengelola budidaya melon dengan sistem greenhouse. Nanti, yang menjaga ini pakai sistem bergiliran. Ada tiga sampai empat siswa yang piket harian untuk cek nutrisi, sirkulasi udara, dan irigasi," ucap dia kepada wartawan, di SMK 1 Pandak, Kamis (7/5/2026).

Siswa SMKN 1 Pandak di kebun buah melon sekolah, Kamis (7/5/2026).
Siswa SMKN 1 Pandak di kebun buah melon sekolah, Kamis (7/5/2026). (Tribun Jogja/Neti Istimewa Rukmana)

Adapun ide hidroponik melon greenhouse diperoleh dari salah satu tempat wisata yang melakukan budidaya melon. Dari situ, pihaknya mencoba melakukan pengembangan pertanian modern melon premium di Indonesia dengan menggunakan bibit yang diimpor dari China.

"Terus kami dapat biaya untuk buat greenhouse, jadi kami bikin greenhouse untuk belajar. Karena di sekolah kami ada jurusan pertanian, jadi dibikinkan greenhouse untuk bagaimana pertanian 4.1 zaman sekarang harus menjadi petani milenial yang mengandalkan alat," ujarnya.

Dengan begitu, petani ke depan diharapkan bekerja dengan efektif atau tidak mengeluarkan tenaga ekstra, sebab kini terdapat berbagai alat pertanian modern. Selain hemat tenaga, alat pertanian modern juga dapat menghemat biaya operasional. 

"Pertanian ini sudah berjalan sejak pertengahan tahun 2024. Kemudian sudah dilakukan satu kali uji coba penanaman. Selanjutnya, berjalan dengan normal. Saat ini, kita sudah dalam tahap penanaman kedelapan dan baru bisa dipetik pada 15-21 Mei nanti," jelas Shodik.

900 tanaman melon

Sejauh ini, terdapat sekitar 900 pohon melon berupa jenis sweet hami dan golden kirin. Dalam sekali panen, setidaknya bisa mencapai satu ton atau sekitar 800-an buah. Selanjutnya, akan ada tahap sortir bilamana melon tersebut dikirim ke konsumen melalui jasa pengiriman.

Kebun buah melon di SMK Negeri 1 Pandak ini, selain bisa dikunjungi langsung untuk petik buah juga dapat menjual melon ke sejumlah daerah. Terakhir, penjualan melon dilakukan di Jakarta dan Nusa Tenggara Barat. Sebab, masa penyimpanan buah melon maksimal mencapai dua minggu.

"Tapi, buah melon ini lebih enak dimakan sesudah dipetik terus diperam atau didiamkan selama tiga hari baru bisa dimakan. Itu lebih enak lagi, karena kadar manis mulai naik dan setelah seminggu penyimpanan mulai turun kadar manis karena buah sudah layu," jelasnya.

Sistem fertigasi tetes

Lebih lanjut, pertanian budidaya melon ini mengunakan sistem fertigasi tetes atau fertilizer yaitu pemberian pupuk melalui infusion water atau injek yang telah terpasang di masing-masing tanaman pohon melon. Sistem itu lebih irit tenaga, dibandingkan sistem siram air dan nutrisi secara manual.

"Jadi, kita hanya perlu dua orang untuk mengatur sistem di sini karena kita menggunakan timer otomatis. Sehari kita bisa 16 kali penyiraman dengan menyesuaikan usia tanaman. Ketika usia tanaman masih muda, maka kita pukul rata satu menit penyiraman. Kalau mau panen bisa penyiraman beda waktu lagi," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, mengaku senang melihat salah satu sekolah di Bantul bisa menerapkan hidroponik melon greenhouse. Sistem tanam tersebut dinilai sangat efisien untuk diterapkan di lingkup masyarakat, khususnya petani milenial.

"Harapan kami nanti bisa menanam sejenis melon ini, karena hidroponik melon jenis tanam buah tanpa menggunakan tanah. Tapi, itu pakai nutrisi, pakai air. Ini sangat praktis dan mudah. Alhamdulillah, siswa SMKN 1 Pandak sangat semangat dan antusias untuk menanam melon yang premium," tutup dia.(nei)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.