Motif Menantu Tega Habisi Nyawa Mertua dan Aniaya Istri di Mojokerto, Dipicu Faktor Ekonomi
Glery Lazuardi May 08, 2026 02:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Kasus pembunuhan yang menewaskan Siti Arofah (54) di sebuah rumah kontrakan di Dusun Sumbertempur RT 02/01, Desa Sumbergirang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, diduga dipicu konflik rumah tangga yang berlangsung lama.

Tersangka Satuan alias Tuan (42) disebut sempat terlibat pertengkaran besar dengan istrinya, Sri Wahyuni (35), sebelum peristiwa tragis terjadi pada Rabu (6/5/2026).

Dalam kejadian itu, Siti Arofah yang merupakan ibu mertua tersangka meninggal dunia akibat luka tusuk di bagian perut dan luka sayatan di leher.

Sementara sang istri mengalami luka berat di bagian wajah setelah diduga dianiaya oleh pelaku.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Aldhino Prima Wirdhan mengatakan hubungan rumah tangga tersangka dengan istrinya memang sudah lama tidak harmonis. Keduanya bahkan telah pisah rumah beberapa bulan terakhir meski masih tinggal di desa yang sama.

“Bahwa hubungan tersangka S dengan istrinya tidak harmonis, dan sudah tidak tinggal serumah lagi,” ujar AKP Aldhino di Polres Mojokerto, Kamis (7/5/2026).

Menurut polisi, persoalan ekonomi dan rasa cemburu menjadi pemicu utama konflik rumah tangga tersebut. Tersangka menuding istrinya memiliki hubungan dengan pria lain, sementara kondisi ekonomi keluarga juga disebut memicu pertengkaran berulang.

“Sering terjadi pertengkaran atau cek-cok, karena rasa cemburu tersangka S terhadap korban yang menurutnya berselingkuh serta adanya permasalahan ekonomi,” jelas AKP Aldhino.

Polisi mengungkapkan, sebelum kejadian korban sempat menghubungi tersangka melalui WhatsApp sekitar pukul 03.00 WIB untuk menjemput anak di rumah kontrakan. Saat tersangka datang, rumah dalam kondisi kosong karena istrinya diduga berada di rumah ibunya yang jaraknya tidak jauh dari lokasi.

Sekitar pukul 06.00 WIB, korban bersama anak keduanya kembali ke rumah kontrakan. Tidak lama kemudian terjadi cekcok antara tersangka dan istrinya.

“Tersangka dengan korban cek-cok dan terjadi penganiayaan terhadap istri,” ucap AKP Aldhino.

Baca juga: Sosok Inge Marita, Tersangka Penganiayaan Pemotor di Mojokerto, Residivis Pencurian Tahun 2018

Peristiwa itu kemudian dipergoki oleh ibu mertua tersangka yang masuk melalui pintu samping rumah. Polisi menyebut tersangka panik setelah aksinya diketahui.

Dalam kondisi panik, tersangka mengambil pisau dapur lalu menyerang korban hingga mengalami luka fatal di bagian perut dan leher.

“Usai melakukan perbuatannya tersangka S pulang ke rumahnya, kemudian melarikan diri ke Surabaya. Tersangka ditangkap di wilayah Asemrowo, Surabaya pukul 13.30 WIB,” kata AKP Aldhino.

Kapolres Mojokerto AKBP Andi Yudha Pranata mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan tindakan tersebut dilakukan secara spontan saat tersangka merasa terdesak.

“Saat peristiwa terjadi tersangka S dalam kondisi panik, terdesak karena ketahuan ibu mertuanya melakukan tindak pidana KDRT,” ujar AKBP Andi.

Menurutnya, tersangka tidak mempersiapkan senjata sebelumnya dan menggunakan pisau dapur yang ada di lokasi kejadian.

AKBP Andi juga mengungkap bahwa berdasarkan hasil penyidikan, sebelumnya sempat terjadi perselisihan antara tersangka dan mertuanya. Tersangka disebut merasa sakit hati karena merasa tidak dihargai sebagai menantu.

“Pada saat peristiwa, tersangka lebih kepada panik,” tandasnya.

Saat ini, tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum di Polres Mojokerto. Polisi masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa dan melengkapi pemeriksaan saksi dalam kasus tersebut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.