TRIBUNGORONTALO.COM – Selama hampir dua dekade, Provinsi Gorontalo telah setia menjalankan peran sebagai embarkasi haji antara.
Berkat pengalaman panjang belasan tahun dan dukungan infrastruktur yang kini mulai digenjot, Negeri Serambi Madinah ini dinilai sudah sangat layak untuk "naik kelas" menjadi embarkasi haji penuh.
Hal tersebut ditegaskan oleh Kabid Bina Layanan Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Provinsi Gorontalo, Syafwan Akie, dalam siniar 'Tribun Podcast' yang dipandu jurnalis TribunGorontalo.com, Herjianto Tangahu di Studio TribunGorontalo.com, Kamis (7/5/2026).
Syafwan mengungkapkan bahwa Gorontalo bukan lagi pemain baru dalam urusan pelayanan jemaah haji. Status embarkasi haji antara telah disandang daerah ini selama kurang lebih 16 hingga 17 tahun. Rentang waktu yang panjang ini telah membentuk sistem kerja yang solid dan profesional.
“Saya rasa persoalan pekerjaan embarkasi (penuh) itu kita sudah khatam, sudah sekian lama, 16 tahun kita bekerja,” ungkapnya optimis.
Secara teknis, meski saat ini statusnya masih embarkasi antara yang berarti belum melaksanakan seluruh tahapan pemberangkatan mandiri, Syafwan menjelaskan bahwa praktiknya hampir seluruh pelayanan krusial sudah dikerjakan langsung di Gorontalo.
“Kalau embarkasi haji antara itu belum melaksanakan embarkasi secara penuh, hanya sebagian tugas yang dilaksanakan,” ujarnya.
Namun, ia menambahkan: “Sebenarnya tugas yang dilaksanakan oleh embarkasi haji penuh itu sudah dilaksanakan di sini, pemberangkatannya saja yang masih di Makassar.”
Kesiapan Gorontalo terlihat dari alur pelayanan jemaah saat ini. Mulai dari pemeriksaan dokumen, pemeriksaan bagasi, hingga proses sterilisasi jemaah, semuanya telah tuntas dilakukan di Gorontalo sebelum jemaah bertolak menuju Makassar.
Setibanya di Makassar, jemaah hanya tinggal menunggu jadwal keberangkatan ke Tanah Suci tanpa harus mengulang proses dari awal.
Selain kesiapan SDM, fasilitas pendukung seperti asrama haji di Gorontalo juga diklaim sudah memenuhi standar hotel yang memadai untuk menampung jemaah dengan nyaman.
Baca juga: Tren UMKM Kota Gorontalo Dibahas Tuntas di Tribun Podcast, Kadisnaker Tekankan Pentingnya Legalitas
Optimisme untuk menjadi embarkasi penuh kini tinggal selangkah lagi, seiring dengan percepatan pengembangan Bandara Djalaluddin Gorontalo. Ground breaking perluasan apron dan pembangunan taxiway yang dimulai pada Februari 2026 menjadi bukti nyata keseriusan Pemerintah Provinsi.
Pengembangan ini ditujukan agar bandara mampu melayani pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 777 untuk penerbangan langsung ke Arab Saudi. Syafwan pun memuji komitmen pimpinan daerah dalam mengawal proyek strategis ini.
“Saya lihat bapak Gubernur sangat intens, sangat konsen, dan sangat perhatian untuk embarkasi ini bisa terpenuhi,” katanya.
Jika status embarkasi penuh ini terwujud, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh warga Gorontalo. Syafwan memproyeksikan Gorontalo bisa menjadi pusat pemberangkatan bagi provinsi tetangga.
“Kami sangat optimis jika ini nanti jadi embarkasi (penuh), ini bisa kita laksanakan dengan baik,” pungkasnya. Langkah strategis selanjutnya adalah menggandeng Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, hingga Maluku untuk turut menggunakan fasilitas embarkasi haji di Gorontalo. (*)