Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, sebanyak 2.867 rumah warga dilaporkan terendam banjir yang terjadi sejak, Kamis (6/5/2026).
Banjir merendam dua kecamatan yakni Kecamatan Karang Jaya dan Kecamatan Muara Rupit.
Di Kecamatan Karang Jaya, wilayah yang terdampak meliputi Desa Lubuk Kumbung, Desa Sukaraja, Desa Muara Batang Empu, Desa Rantau Telang, Desa Tanjung Agung, Desa Sukamenang, Kelurahan Karang Jaya, Desa Muara Tiku, Desa Terusan dan Desa Embacang.
Sedangkan di Kecamatan Muara Rupit, banjir merendam Desa Tanjung Beringin, Desa Noman, Desa Noman Baru, Desa Batu Gajah, Desa Batu Gajah Baru, Desa Maur Lama dan Desa Maur Baru.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Muratara, Mugono mengatakan, berdasarkan update terakhir wilayah dengan kondisi banjir terdalam berada di Desa Noman dan Desa Batu Gajah.
"Update sampai sekarang yang paling dalam dua desa yakni Desa Noman dan Batu Gajah," ungkap Mugono saat dihubungi, Jumat (8/5/2026).
Selain merendam ribuan rumah, banjir juga menyebabkan lima jembatan gantung di sejumlah desa putus diterjang derasnya arus sungai.
"Total ada lima jembatan putus, yang masuk laporan di Desa Tanjung Beringin, Desa Terusan, Desa Batu Gajah, Desa Noman, satunya saya lupa," katanya.
Menurut Mugono, banjir yang terjadi di Muratara merupakan bencana tahunan yang dipicu meluapnya Sungai Rupit akibat tingginya curah hujan.
"Kemarin sejak Maghrib hujan terus sampai pukul 08.00 WIB pagi, akibatnya Sungai Rupit meluap dan merendam dua kecamatan," ujarnya.
Saat ini, status wilayah Muratara berada dalam kondisi siaga banjir karena curah hujan masih tinggi dan debit air berpotensi terus meningkat.
BPBD mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera mengamankan barang-barang penting apabila ketinggian air terus bertambah.
"Masyarakat kami imbau tetap waspada dan menyiapkan langkah evakuasi jika air mulai naik," tutupnya.